
BELAJAR MEMASAK
ia melihatmu tersenyum lagi. usai perdebatan panjang dan kau
menangis. malam itu. rasanya seperti matahari terbit dari dadanya
sendiri dan ia ingin sedikit memperlambat gerak waktu. agar malam
tidak lekas datang seperti mata dan bisik orang-orang yang tidak
berhenti mengintai dan mencecar, bagaimana perasaanmu dan ia bekerja
ketika memutuskan untuk saling memasuki tubuh dan kehidupan,
sementara kau tahu betul bahwa kau, baru saja diminta untuk mencintai
orang lain yang bukan ia; kedua orang tuamu berkata demikian.
kau lantas mengatakan lagi padanya meski ia sudah tahu.
aku ikan yang lupa cara naik ke permukaan dan kau sulur cahaya
yang jatuh lurus di palung gelap dada
dan ia menemukanmu sedang sibuk belajar memasak pagi-pagi sekali.
meneliti bahan-bahan di buku resep berulang kali seolah
kau ingin menerjemahkan sendiri Yale Cullinary Tablets dari Mesopotamia.
jamuan lezat untuk orang terkasih, katamu. semur sepasang merpati
ditemani dua gelas anggur putih barangkali hidangan yang indah untuk mengisahkan
bagaimana sebenarnya cinta bisa saling melahap satu sama lain. setidaknya
menyantap kesedihan dan kekecewaan yang kerap ia dan kau terima belakangan ini.
ini menakjubkan! aku seperti dicumbu tapi tidak oleh bibir dan dengus napasmu.
ia tidak tahan untuk tidak memujimu. barangkali ia pun ingin segera memainkan
lakon; pengunjung rumah makan yang jatuh hati pada juru masak Babilonia kuno.
kemungkinan besar ia akan bercinta denganmu di dapur rahasia itu.
pasti kau akan sangat bahagia bukankah? tentu saja. bahagia yang tidak terucap oleh suara
dan tak mampu tertulis dalam kata. sebab kau tahu bahwa selepas makan malam ini
kisah kalian berdua akan menjadi cerita yang paling banyak
diperbincangkan dan ditulis berulang kali. terutama kedua
orang tuamu, yang terus memaksa kapan kau melamar orang pilihannya
tapi bukan ia. bukan orang yang kau ajak untuk mati bersama usai menyantap
hidangan penutup mata dari panduan
memasak menu khusus untuk memisahkan raga sepasang pecinta; tapi tidak jiwanya.
terakhir ia membisikimu;
aku baru tahu rasa rosary pea dicampur benzodiazepine seperti ini.
dan kalian tiada. atas nama cinta.
2023
RANTAI MAKANAN
#1
adalah rantai makanan di hutan hujan tropis. Cinta itu.
diburu dan memburu. sebagian berlari kencang, yang lain bersembunyi.
Hidup karena cinta. Mati pun karenanya pula. antara rela dan terpaksa mengikhlaskan.
seperti rusa sambar kehilangan tanah kelahiran. berkali-kali takut, berseru-seru.
bahkan menyamar jadi kerbau peliharaan lelaki tua patah hati. bertahun-tahun
lamanya tidak makan. selepas kekasihnya memilih lelaki lain yang wajahnya lebih tampan.
hanya karena tampan. bukan karena perangai rupawan.
#2
dan ia ular jantan yang memangsamu sebab cinta adalah garis takdir.
demikian alasannya. datang kepadamu pada hari rabu kelabu. mengasihimu
sebagai anak babi jantan tersesat; ia coba meredakan
ketakutanmu dari perburuan beruang cokelat. selepas hujan
dan memberimu apel merah hutan. kau bilang, ibu tak akan pernah datang,
sudah tertulis di lauhul jenggala. lalu kau mati. menyerahkan diri atas nama cinta
yang mati rasa. dan ketika ular jantan itu baru saja melahap bagian terakhir tubuhmu.
ia juga mati. ditembak. peluru panas pemburu yang tergila-gila pada daging
ular sawah jantan.
#3
di meja makan malam. pukul tujuh lebih sepuluh. di hadapan sup kentang
dan mujair goreng. sebagai manusia yang ingin bebas. kau mengakui
kepada ayah-ibumu yang penuh cinta. bahwa kau sangat menyukai menu
makan malam kali ini. tapi kau juga menyukai lelaki berambut ikal
yang pekan lalu kau ajak singgah di beranda. kau mencintai ia.
demikian katamu. ibumu nyaris menjatuhkan gelas yang sedang dipegang.
sementara ayahmu bersikap tenang. ia berkaca-kaca. barangkali dadanya yang lebur.
bagaimana mungkin putra kesayangannya mencintai pria lain? juga. sebab ia
sudah berusaha melepas masa lalu. ketika memutuskan perempuan di hadapanmu
menjadi ibu. menjadi pendamping hidupnya.
2023
SUSU
ia meletakkan segelas susu hangat di meja dan meraih gagang telepon untuk berbicara kepadamu. pemuda itu ingin bebas tanpa harus ketakutan memeluk dirinya sendiri. namun ia tidak pula ingin membenci susu hangat lezat buatan ibunya. kadang ia ingin menjelma jadi botol-botol wiski yang keparat tapi bebas di malam tahun baru.
kau menelepon dari mana? ia menjawab dengan suara rapuh. Minnesota, aku membacamu di koran dan kurasa aku ingin bunuh diri.
kau membakar penindasan itu. dari Eureka Valley. suaramu bergemuruh tapi syahdu. menyusup dengan berani hingga ke gang-gang sempit di luar San Francisco. aku tahu kalian marah, aku juga marah. dan kita tak akan lagi duduk bersembunyi di kloset.
dan Hillsborough dari Mission Disctrict yang ditikam lima belas kali itu adalah bukti seruan licik dan brutal penuh kebencian, kefanatikan, ketidaktahuan, intimidasi, dan prasangka yang sialan. jangan pernah dilupakan! demikian katamu berorasi.
lagi dan lagi dan lagi, kau melemparkan kembang api harapan ke udara. memasuki kantor pemerintahan sebagai pemenang dan berseru-seru tanpa lelah. menekankan kebenaran akan keberadaan dan persamaan hak yang sejak lama ditindas. orang berhak punya cinta, orang tak bisa dipaksa memilih, orang tak bisa terus bersembunyi!
tapi pada akhirnya inilah bagian yang paling ia tak suka. ia menghubungimu lagi dengan perasaan lebih baik. pemuda rapuh dari Minnesota itu. ia masih suka susu. dan mengagumimu seperti segelas susu. namun ia sangat berduka, betul-betul berduka. bahkan jelas bukan hanya ia yang berduka. tatkala mendapati kabar orang-orang akan mengantar tidurmu yang malang dalam keheningan nyala lilin di sepanjang jalan Castro menuju City Hall. orang-orang yang sebetulnya menggulung badai kemarahan di dada mereka yang berdarah. seperti tubuh dan rasa sakitmu.
“if a bullet should enter my brain, let that bullet destroy every closet door”
namaku Harvey Milk. aku di sini untuk merekrutmu!
RUMPUT YANG BERNYANYI
O beloved moon, fear not the dawn that separates us.
For we will meet again, when the world goes to sleep
_Ramchandra Siras_
puisi yang pedih adalah cinta yang dihakimi
seperti rumput yang memang layak mati ketika pikiranmu dipenuhi sugesti: itu harus mati.
dan rumput-rumput di Aligarh selalu bernyanyi:
cinta tak pernah keji. cinta adalah puisi yang jernih. cinta adalah aku;
kata-kata yang merangkul kaki Ramchandra ketika
Paya Khalci Hirawal*) menjejak seolah cinta benar-benar memiliki sepasang kaki.
berlari ke lembah, menyaksikan bunga-bunga mekar dan bersyukur pada hari-hari perayaan.
ia tak pernah mati, meski ia sudah tiada.
tapi pernahkah kau merasakan lubang kesepian ini semakin menganga?
mengisap seperti mesin penyedot debu yang besar sekali
bahkan juga bisa membunuhmu, memadamkan seluruh siaran kebencian
televisi dan koran lokal, dan meruntuhkan gedung-gedung pemerintahan Uttar Pradesh.
In the light of day, I am unseen.
It is in your light, my hearts awakens
cinta melahap kesedihannya. cinta menyembuhkan luka
batinnya. cinta merobek lembar 377**) . cinta menjelma angin
yang memasuki jendela kamarnya. cinta menidurkannya
meski kematiannya tak pernah seadil cinta itu sendiri.
dan cinta membiarkan rumput-rumput di Aligarh terus bernyanyi:
Ramchandra sudah pergi, tapi aku masih tumbuh di sini. puisi-puisi selalu bersemi.
jangan pernah takut terpisahkan, karena kita akan bertemu lagi.
2023
HIDUP SEBAGAI PUISI
ketika kau memutuskan untuk jadi pesyair. maksudku, orang-orang terpilih yang
menghabiskan waktunya untuk bertikai dengan ragam dan kelas kata. kau sepenuhnya
akan hidup sebagai puisi. metafora adalah pakaianmu. dan kau akan benar-benar
ahli dalam berbohong tapi juga jujur untuk mengatakan kebohongan. bahkan hingga
berjilid-jilid manuskripmu, kau akan seperti cacing tanah, yang mengurai potongan-
potongan cerita di dalam tanah. hanya untuk menyuburkan pohon kenangan milik
orang lain. ya, menjadi pesyair juga umpama kau adalah pejabat pemerintah yang suka
sekali mengurai kata-kata indah agar orang-orang terbuai dan kembali masuk jerat
hasratmu sementara kau terus hidup sebagai puisi. puisi-puisi yang memabukkan.
puisi-puisi yang bertabur cinta. sebab menjadi pesyair sendiri juga merupakan
jebakan. kau akan terperangkap oleh perasaanmu sendiri. kesepianmu, kesedihanmu,
amarahmu, bahkan rasa rindumu adalah jenis-jenis makanan yang hanya bisa membuatmu
kuat untuk bertahan sebagai pesyair. maksudku, orang-orang terpilih yang merelakan
sendiri dirinya untuk terluka, melukai, mencintai, dicintai, membunuh, atau terbunuh.
2022
NE M’OUBLIE MIE
ia mulai gelisah dari tempat yang sembunyi lagi sangat rendah, tapi Dia tahu ia berada di sana. meskipun tak terlihat. semua sedang gembira, ia belum. mereka saling berkenalan dan memuji, ia masih menanti. kebun yang semula sunyi dan kelam kini sudah indah. berbagai warna memancar sampai ke langit. sementara ia masih setia menunggu-Nya memanggil. apakah Dia lupa? tentu tidak. tolong jangan lupakan aku, tolong jangan lupakan aku. ia berseru-seru di antara bising kebahagiaan yang lain.
tidak. tidak mungkin Aku melupakanmu. Aku mengatur dan mengingat segalanya. nama itu untukmu. “Jangan Lupakan Aku”. Dia tersenyum kepadanya. agar semua ingat kepadanya. meskipun Dia tahu ia berbeda, Dia juga tahu ia beriman.
2023
SELAMAT PAGI AKU
selamat pagi aku
bagaimana kabarmu hari ini?
di gerbang yang ke sekian ribu
pagi. kulihat diriku yang lalu
di mana-mana. menjadi ruh apa saja.
menjadi cinta yang ditunggu-tunggu
seolah aku selalu hidup sebagai
bulan kasih sayang. juga menjadi
akar pohon rasa lelah
yang membelit liar seluruh
dada yang dewasa
meski kerindanganku selalu tampak
baik-baik saja. aku menyaksikan
segala yang terpotret dan tersimpan
di kepala. sementara sisa yang lain
menjadi abu tanda
tanya sebelum aku
menggapai daun jendela
dan hari ini aku masih terlahir
lagi sebagai orang baru dengan tubuh
dan luka dan harapan yang sama.
aku melangkah memasuki hari ini.
waktu yang pendek untuk rasa ingin
yang panjang. sementara di tanganku
memegang jaring nelayan. entah apa
yang harus kulakukan
dengan ini. ikan tidak berenang
di permukiman warga, di ruang kerja
atau di jalan yang sibuk,
bukankah? ya. aku terus saja melangkah.
berusaha dan bertanya-tanya.
halo aku. ternyata sudah sore saja
bagaimana kabarmu hari ini?
pulanglah. kembali lagi esok.
akan kutulis lagi sepucuk
surat pendek seperti biasanya.
bacalah sebelum mengunjungi
gerbang ke sekian ribu pagi itu.
2023
KEPADA SESUATU DI SURAKARTA
kehampaan ini membentang sepanjang jalan setapak
dari indragiri ke surakarta.
aku menghabiskan waktu
di balik layar komputer, menikam
huruf-huruf dan angka-angka seperti
perburuan bintang jatuh di langit selatan.
sementara kau masih menjadi kopi
dan dinding hijau alpukat yang selalu
kuiimpikan sebagai portal
memasuki duniamu.
kau adalah ganymede yang membuat
zeus tak ingin jauh-jauh darimu.
hingga aku pun menjadi ia yang betul-betul
tak mampu lagi menahan diri untuk
tidak memasuki tubuhmu
menanam pohon jambu mawar dan anggur
di sepanjang jalan setapak
dari indragiri ke surakarta.
yang hampa dan tidak ada
siapa-siapa kecuali
cintaku dan aku.
2023
M.Z. Billal, lahir di Lirik, Indragiri Hulu, Riau. Seorang Guru Sekolah Dasar. Menulis cerpen, cerita anak, dan puisi. Buku-bukunya yang telah terbit berupa novel remaja berjudul Fiasko (2018), kumpulan puisi berjudul Cara Kerja Perasaan (2022), dan kumpulan cerpen berjudul Sebuah Tempat di Tepi Lelap (2022). Karya-karyanya juga dimuat di berbagai media cetak dan digital, serta sejumlah antologi nasional.