Puisi Vania Kharizma
Kelengangan menjelma rimbun legam yang berdiam menghuni saban doa yang gemar menatah langkah mereka koyak tafakur ibu dan…
Untaian puisi yang merawat rasa, bahasa, dan ingatan.
Kelengangan menjelma rimbun legam yang berdiam menghuni saban doa yang gemar menatah langkah mereka koyak tafakur ibu dan…
sebab, di bingkai emas, di ujung altar itu tubuh Anakmu ingin menyusu dan menjelma menjadi anggur dalam cawan.
kau susuri gerbang kematian. diiringi tangis, juga doa-doa, lewat bau dupa.
Jauh-jauh hari telah ia betulkan suara-suara serak hati sebagai rayuan kepada Kekasihnya. Semua ini tidak diartikan sebagai permintaan,…
Tak ada yang bisa mengurungkan qada` berjuntai semangatmu jua tak bakal mampu mengalihkan perhatian tuhan, kita berhala di…
setelah kau siap untuk perpindahan Tuhan menidurkanmu berpuluh-puluh hari hingga jari-jemari, tulang serta daging berkelindan menjadi wadah yang…
mungkin perempuan itu berkata, “jangan pergi,” sebelum mengingatkannya tentang sebuah masa ketika tuhan mengirimnya dari jeddah ke jawa,…
tuhan, meski tak bertelinga ia mendengar semua bahkan sampai ke palung hati paling bisu sekalipun
Kini, engkau sudah menikmati surga itu, di bumi, di matamu sendiri. Setiap yang engkau bayangkan, ketika matamu terpejam,…
sudahlah sampai kita pada akhir pengantaran ikatan telah dibuka kain itu bernyanyi sesaat siapa yang kan menemani? tak…