<strong>Puisi Eko Setyawan</strong>
penderitaan tak pernah berakhir dalam hidup ini ketika lepra menghinggapi dan semakin bersetia dengan diri.
penderitaan tak pernah berakhir dalam hidup ini ketika lepra menghinggapi dan semakin bersetia dengan diri.
kau susuri gerbang kematian. diiringi tangis, juga doa-doa, lewat bau dupa.
Aku magrib, kau subuh. Kita senasib, tapi tak utuh.
“Apakah di pasar malam ini ada yang menjual bintang?”