Puisi Adnan Guntur
sepasang tuhan menaklukkan para pendongeng, menyelipkan mulutnya kedalam mulut demonstran dengan keadaan menganga, seekor laba-laba muncul, lalu kabut…
Untaian puisi yang merawat rasa, bahasa, dan ingatan.
sepasang tuhan menaklukkan para pendongeng, menyelipkan mulutnya kedalam mulut demonstran dengan keadaan menganga, seekor laba-laba muncul, lalu kabut…
perlahan kita menyederhanakan penyambutan pada malam. sekadar menolak dingin mengusir rupa-rupa hening, hingga mengalungkan hangat di leher masing-masing
dari itu aku tak lagi bercermin pada zaman dan kenyataan ini. sebab bercermin pada kaca pun wajahku berganda.
di gedung sebelah karib-karibnya menjerit sambil melucuti celana yang penuh air ketuban pecah, sungsang, buka empat pendarahan pula
di luar ketiadaan, semesta menjadi kekosongan. rindu dan cinta lebur, nama dan bahasa hancur, ruang dan waktu remuk,…
lalu kau bersama segelas cuka menatapku yang diam-diam ditimbun dalam nada dering di dadamu
setia yang bajingan. pengkhianat paling cakep. muslihat kejahatan dari yang paling masuk akal & takmasuk akal.
Kelak kau akan tahu Aku yang berdiri menyendiri Di antara sauh kesedihan Habis nubuat di tengah jalan
dan terkadang pikiran kelayapan mencari-cari alasan kebenaran menyalahkan waktu, tak tahu jalan.
apakah yang kau lihat dari seekor lebah? dengung sayap, sayup di kayu atap, sarang berlapis dari malam dan…