<strong>Puisi Daruz Armedian</strong>
angin ketiadaan berembus dengan percuma.
angin ketiadaan berembus dengan percuma.
Aku duduk di sini dan mereka menempati tempat duduk yang lain, yang ada di depanku. Si laki-laki, kalau…
di luar ketiadaan, semesta menjadi kekosongan. rindu dan cinta lebur, nama dan bahasa hancur, ruang dan waktu remuk,…
Pada pagi yang biasa, sebuah papan tulis di depanmu ada kalimat yang berbunyi sederhana: bertindaklah adil sejak dalam…
Daruz Armedian tahun 2016 dan 2017 memenangi lomba penulisan puisi bagi remaja DIY.
Bandu mati suri dan ketika hidup kembali, ia menceritakan pengalamannya satu menit berada di neraka. Orang-orang setempat tidak…