Puisi Budhi Setyawan
lalu merecik kilasan tanya di tubir pasai ke mana alamat semua arus ini ketika semua peluk dan ciuman…
Untaian puisi yang merawat rasa, bahasa, dan ingatan.
lalu merecik kilasan tanya di tubir pasai ke mana alamat semua arus ini ketika semua peluk dan ciuman…
lubang pot itu menanam hari-hariku. sebatang hari tumbuh. sebatang kaktus tumbuh. melipat daging segar yang menyebar dalam tubuh.…
lelaki itu seperti burung membumbung tanpa restu meninggalkan jejak-jejak tanah, meninggalkan peluh tak terhitung jumlahnya.tak terjumlah hitungannya
Pernah kulihat lampu merah yang terus-menerus merah kuperhatikan dan aku jadi teringat orang-orang yang mengetik sampai malam. “Sampai…
di angkringan ini, kita sepakat cara paling baik mencintai adalah mengakhiri lalu menjalani hari sendiri-sendiri selebihnya kita hanya…
aku percaya padamu maka kusajikan; ritual tuk dewata penyelamat dari ketiadaan sebait doa tak pernah sia-sia raup air…
Aku membaca puisi sebelum membuka pintu Lalu keluar dan terus membacanya. Sebab aku percaya langit adalah jendela rumahmu…
karena setiap malam datang ia menyelinap melalui dinding-dinding pada bantal ia terbang ke dalam status dan foto-foto dalam…
aku menyaksikan semua itu sambil merokok dan menulis sebuah puisi iseng di dalam telinga, muncul bunga bunga
ada yang belum tunai ia kerjakan dalam hidup : merasa bahagia meski hanya tiga detik