Barangkali Sawah Telah Habis
pada petak sawah paling hulu
tanamlah doa, sepagi-paginya
sebelum cahaya hiasi ketinggian
sehasta demi sehasta
bak mata elang
nyalang menusuk bumi
aku percaya padamu maka kusajikan;
ritual tuk dewata
penyelamat dari ketiadaan
sebait doa tak pernah sia-sia
raup air suci tiga kali
percayalah jua padaku
sebait tanda, menyaru kurapal hadap timur laut
kubiarkan dialog masih tetap sama
sudah berapa pengampunan berkecambah pada tubuh ibumu?
mantra mengaliri sawah
lewat pematang, gurat daun eceng gondok
di jalan air beribadah di atas tanah
keluh air, angin, tetumbuhan menjauh
kerut-kerut lusuh jemput subuh
tak tersentuh mimpi peladang rapuh
(2012)
Uma
datanglah
menu sehat tiap pagi
seporsi mimpi buruk
perlahan, suap sesuap air mata penuhi ceruk
dengarlah
kidung suci
di antara kunyah
dengkur-dengkur di kepala
sungguh santapan hari sempurna
(2010)
Rambutmu Helai Berderai
apa kau tangkap pagi ini
sebuah lukisan jejak kakiku
pada ranum bibir pantai
kutangkap senyummu
kurajut rambutmu helai berderai,
pada cermin air laut
kau tarik lurus ke arah lembar waktu
bentuk sudut yang menemukan kita
dua rindu lusuh
cukup cubit lamunan
dan kembalikan aku
yang telah kau gambar ulang
(2018)
Ritual Baca Nasib
setelah kau tarik garis tangan sedemikian rupa
lenguhku tercipta dalam kepala
seperti kata-kata berusaha
berkata: senja milikMu adalah doa-doa rapuh,
pilihlah salah satu, katamu
sebab diam sama saja melipat ganda ragu,
satu kartu kutunjuk, dengan tatap sayu
apa yang buatmu yakin? tanyamu
ada gerak-gerak kehidupan
dalam angan
bisa jadi trauma jadi hari depan, katamu
pada kartu yang kau berikan, jawabku pelan
(2019)
Pada Secangkir Kopi
dalam rindu seorang perempuan
tiada muara
hingga senja jadi tanya, atau jawab jadi janji,
diri esok hari
sebab, telah dititipkannya pada secangkir kopi,
diseduh serta mekar purnama
kuhirup saja wanginya
wangi kata
kata rindu, begitu katanya
dalam rinduku
menyelinap di antara
robusta yang menguap
“mari kita rayakan rindu”
lalu kita rapatkan diri
di semesta angan
(2019)
Bibir Uluwatu
Riak buih menyambar
di antara asam, pahit rindu
pucuk-pucuknya tunduk merunduk
rambat bunga daun balut tipis langsat kulitnya
hingga jelas menusuk dada
Tatkala pujawali ini, sejenak sunyi mendesah
senyumnya ditelan riuh
aku membatu
muaranya di detak jantungku
Di hadapan bisu meru, aku menunggu kutuk para dewa
berserah pada karma
(2018)
Sindhu Sendu
Di bawah langit
sepotong sore makin berlumut
di kelopak pantaimu
sedang pikiran lena oleh mantra-mantra
pada sembahyang terbaik bagi diri
degup hampir lelap, upacara lekas dimulai
bait-bait mantra adalah pesan berantai
pada jarak cakar-cakar ombak,
yang jika sirna dari makna,
yang jika susut dari maksud,
tetap ada di mana-mana
(2019)
Karma Phala
kali terakhir menantikan sebuah amin
kau menjadi aku
aku menjadi kau
ketakutan bakar diri
di hadapan berbagai macam uji
gaung kekidungan
membikin jarak yang belum tuntas dikenang
puja kian lekang
sedang hari-hari kemarin, temaram habis
cahayanya bersukma gerimis
dan ribuan pertanyaan manipis
kemudian kembali menitis
(2018-2019)
Hujan Telah Habis, dan Galungan Segera Tiba
di selembar rumput di halaman pura
kurapal doa,
yang tentu saja bisa kujelaskan!
Mengapa aku menemuiMu?
sebab:
aku punya rindu yang selalu kurayakan
dengan menyeduh syukur atau menyeruput wangi hatiMu
atau hari ini yang kumiliki telah kehilangan esok
aku punya kenangan,
perjumpaan abadi, yang tak leleh panas mentari
riang senja nanti
aku punya hari-hari ini
adalah hari-hariMu
aku punya mimpi
adalah berkatMu
(2019)
Upacara Jelang Hari Raya
tak ada cara lain
merayakan hari ini:
upacara jelang hari raya
aku yakinkan diriku
bahwa kutemukan dirimu
dalam diriku
seperti pesan-pesan WhatsApp
yang kau kirim berkali-kali
tak ada cara lain
merayakan bahagia
sebab Kau menjawabnya
pada upacara jelang hari raya
(2019)

I Wayan Esa Bhaskara, bergaul di Komunitas Mahima, Singaraja. Menulis puisi dan esai dimuat di beberapa media cetak dan daring. Puisinya terangkum pula dalam beberapa antologi bersama. Menanam Puisi di Emperan Matamu (2018) adalah kumpulan puisi perdananya.
