Puisi Risa Fauziah
Kau lupa cangkir itu kosong Untuk apa kembali meminta Sedang kopi yang kusuguh hilang Menjelma langkah detik yang…
Untaian puisi yang merawat rasa, bahasa, dan ingatan.
Kau lupa cangkir itu kosong Untuk apa kembali meminta Sedang kopi yang kusuguh hilang Menjelma langkah detik yang…
Lorong kenangan menyibak setumpuk aksara Menuntaskan tarian mata di puncak sukma Sebelum kau benar-benar tiada dalam penantian Sebelum…
Mestinya aku tidak mempersembahkan puisi ini untukmu Sedangkan sepasang mata yang lain akan cemburu Jika mengetahuinya
kaki-kaki menelan tanah sawah sepanjang usia ibu hijau-kuning menakar tubuh keriput di antara senyum itu ada denyut yang…
Apa yang lebih penting dari turun ke jalan Ialah menakar berahi politik praksis Diri sendiri
Perihal hati yang luka Alih-alih rela Lagaknya aku sukar melupa Membiarkan batin ini terus berumpama Sebab ia terus…
Sawah-sawah berwarna kuning tua dengan kulit tanah bengkak dan berduka kaum kaum tani gerah, tak lelah, tak keluh…
pulang, pada perasaan Ibu yang menunggu di balik pintu sebagai iba yang menjalar dari ujung baju ke ujung…
bisikmu menisik “tuliskan puisi untukku” di balik kekuningan lembar puisi berbagi liang buat kau tergeletak di antara kelindan…
Kali ini kami menyajikan menu istimewa rupa-rupa makanan untuk tuan dan puan. Sungguh senang sekali karena rupa-rupa makanan…