Puisi Rizka Nur Laily Muallifa
Apa yang lebih penting dari turun ke jalan Ialah menakar berahi politik praksis Diri sendiri
Apa yang lebih penting dari turun ke jalan Ialah menakar berahi politik praksis Diri sendiri
Perihal hati yang luka Alih-alih rela Lagaknya aku sukar melupa Membiarkan batin ini terus berumpama Sebab ia terus…
Sawah-sawah berwarna kuning tua dengan kulit tanah bengkak dan berduka kaum kaum tani gerah, tak lelah, tak keluh…
pulang, pada perasaan Ibu yang menunggu di balik pintu sebagai iba yang menjalar dari ujung baju ke ujung…
bisikmu menisik “tuliskan puisi untukku” di balik kekuningan lembar puisi berbagi liang buat kau tergeletak di antara kelindan…
Kali ini kami menyajikan menu istimewa rupa-rupa makanan untuk tuan dan puan. Sungguh senang sekali karena rupa-rupa makanan…
dikau menjadi tuju dalam temu mengelak rasian ingin yang nyata tiada pelipur lara bermuara segala harap.
Agatha memeluk angin Di suatu malam yang dingin Menerobos gelap yang meringkuk Di antara dahan-dahan dadanya.
semoga dingin yang menyerang tubuhku terbuat dari keinginanmu untuk memelukku.
pada buah dada yang dibedah ada ibu di sana ada ranum alpukat