Puisi

Puisi Galuh Ayara

SADTEMBER

bulan adalah telur yang menetas

di matamu

menjadi anak-anak burung yang tersesat

yang lupa cara memeluk

dan menggenggam jari

di ruang ini kau bukan hanya kelebat

tubuhmu tak beranjak dari bawah selimut

aku suka kulit lehermu

ketika kutaruh lidahku

matamu terkatup

dan udara dingin hanya sanggup menggantung di kusen jendela

lalu menyelinap ke pahaku

lalu ke telingamu

september dan bulan-bulan di matamu

sudah terlalu gelap

aku sedang lupa

pada warna bola matamu

pada garis bibir

pada merk rokok kesukaanmu

pada coklat

pada schubert

pada sepenuhnya

dan pada

udara dingin di sekitarmu

meski tanganku

belum juga fasih meraba kehilangan

meraba ketiadaan

mataku penuh bulan-bulan abu

yang menetas jadi kepedihan

sementara kau sudah terbang jauh dari kepalaku

ke luar angkasa

ke luar aku

ke luar bulan

di ruang terjauh di tubuhmu

yang tak ada kita

kau sedang apa?

2023


Death Ceremony

1

o kekasih hati yang tak pernah kuberi nama

kau bisa pergi hari ini

dari napas

dan denyut nadi

sebab maut sangat erat di tanganku

menggantikan genggamanmu

sebab maut sangat dekat

di bawah kulitku

mencium dadaku sebagai kekasih yang baru

hingga aku sangat lekat

dan tak pernah ingin lepas

aku takut kau cemburu

2

di depan matamu aku ingin meleleh,

menjadi ketiadaan

sementara dalam kekosongan itu

aku masih bisa melihatmu

bersedih dan

memeluk lutut

3

hey, kau seperti anak kecil

yang kehilangan mainan

sini aku ajari cara bermain

kuberi tangan kiri yang gemetar

dan tangan kanan yang keibuan

serta kedua pahaku yang pucat tapi hangat

kau betah tidur di sana, kan?

4

kau bilang

lebih baik jadi ibu

dari pada jadi tuhan

dalam pelukan ibu

kau tidak akan diberi dua pilihan

ke sorga atau ke neraka

dalam pelukanku

kau bisa nakal seperti anak kecil

yang minta susu

2023

Ruang Kosong

ada yang berdarah di mataku

ketika aku sampai pada satu halaman

yang hitam

sementara teh mulai dingin

aku terpejam

membiarkan angin pagi merasuk ke tubuhku seperti iblis yang dibenci

lalu aku dibawa pada satu lelaki

dia pernah mencium leherku ketika masih bayi

tiba-tiba kepalaku sakit luar biasa

aku terbangun kemudian

di sebuah ruang kosong berupa pelukan seseorang yang tak punya wajah

aku boleh menangis, katanya

sebab ia telah siapkan seluruh kekosongannya untuk aku penuhi

tapi aku tak punya apa pun untuk diberi

2023


Pertunjukan Malam

setiap malam tubuhku jadi dua

satu mayat satu bayi punya sayap

tapi bahkan tidak tahu cara bergerak dan beranjak

aku merawat mereka dengan penderitaan yang–

tumbuh di kepalaku

seperti rambut seseorang yang wangi roti panggang keju

seseorang itu yang suka alice in wanderland

yang wajahnya pucat dan beku

setelah aku bercerita tentang

mayat dan bayi

yang–

tak perlu kuberi makan

selain susu yang berubah jadi darah

dan napas

yang menetes dari punggung tuhan

yang

gelap tapi gemerlap

lalu segalanya lenyap;

tubuh dan waktu

2023


Pengantar Tidur

tuhan menjaga jariku yang gemetar

setiap malam setelah

lagu-lagu lullaby

berdenging dan berdengung

dari sebuah telepon genggam

lalu tubuhku retak

lantah jadi seribu pecahan

mengubur roda waktu yang

terus bergerak ke depan

setelah itu

aku lupa wujud tubuhku

dan kehidupan

tak bisa lagi kuraba

2023


Galuh Ayara, suka menulis cerpen dan puisi. Karya-karyanya dimuat di beberapa media. Menulis dua buku; ‘Nyanyian Origami’ (2020) dan ‘Pohon Insomnia’ (2023).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *