
SADTEMBER
bulan adalah telur yang menetas
di matamu
menjadi anak-anak burung yang tersesat
yang lupa cara memeluk
dan menggenggam jari
di ruang ini kau bukan hanya kelebat
tubuhmu tak beranjak dari bawah selimut
aku suka kulit lehermu
ketika kutaruh lidahku
matamu terkatup
dan udara dingin hanya sanggup menggantung di kusen jendela
lalu menyelinap ke pahaku
lalu ke telingamu
september dan bulan-bulan di matamu
sudah terlalu gelap
aku sedang lupa
pada warna bola matamu
pada garis bibir
pada merk rokok kesukaanmu
pada coklat
pada schubert
pada sepenuhnya
dan pada
udara dingin di sekitarmu
meski tanganku
belum juga fasih meraba kehilangan
meraba ketiadaan
mataku penuh bulan-bulan abu
yang menetas jadi kepedihan
sementara kau sudah terbang jauh dari kepalaku
ke luar angkasa
ke luar aku
ke luar bulan
di ruang terjauh di tubuhmu
yang tak ada kita
kau sedang apa?
2023
Death Ceremony
1
o kekasih hati yang tak pernah kuberi nama
kau bisa pergi hari ini
dari napas
dan denyut nadi
sebab maut sangat erat di tanganku
menggantikan genggamanmu
sebab maut sangat dekat
di bawah kulitku
mencium dadaku sebagai kekasih yang baru
hingga aku sangat lekat
dan tak pernah ingin lepas
aku takut kau cemburu
2
di depan matamu aku ingin meleleh,
menjadi ketiadaan
sementara dalam kekosongan itu
aku masih bisa melihatmu
bersedih dan
memeluk lutut
3
hey, kau seperti anak kecil
yang kehilangan mainan
sini aku ajari cara bermain
kuberi tangan kiri yang gemetar
dan tangan kanan yang keibuan
serta kedua pahaku yang pucat tapi hangat
kau betah tidur di sana, kan?
4
kau bilang
lebih baik jadi ibu
dari pada jadi tuhan
dalam pelukan ibu
kau tidak akan diberi dua pilihan
ke sorga atau ke neraka
dalam pelukanku
kau bisa nakal seperti anak kecil
yang minta susu
2023
Ruang Kosong
ada yang berdarah di mataku
ketika aku sampai pada satu halaman
yang hitam
sementara teh mulai dingin
aku terpejam
membiarkan angin pagi merasuk ke tubuhku seperti iblis yang dibenci
lalu aku dibawa pada satu lelaki
dia pernah mencium leherku ketika masih bayi
tiba-tiba kepalaku sakit luar biasa
aku terbangun kemudian
di sebuah ruang kosong berupa pelukan seseorang yang tak punya wajah
aku boleh menangis, katanya
sebab ia telah siapkan seluruh kekosongannya untuk aku penuhi
tapi aku tak punya apa pun untuk diberi
2023
Pertunjukan Malam
setiap malam tubuhku jadi dua
satu mayat satu bayi punya sayap
tapi bahkan tidak tahu cara bergerak dan beranjak
aku merawat mereka dengan penderitaan yang–
tumbuh di kepalaku
seperti rambut seseorang yang wangi roti panggang keju
seseorang itu yang suka alice in wanderland
yang wajahnya pucat dan beku
setelah aku bercerita tentang
mayat dan bayi
yang–
tak perlu kuberi makan
selain susu yang berubah jadi darah
dan napas
yang menetes dari punggung tuhan
yang
gelap tapi gemerlap
lalu segalanya lenyap;
tubuh dan waktu
2023
Pengantar Tidur
tuhan menjaga jariku yang gemetar
setiap malam setelah
lagu-lagu lullaby
berdenging dan berdengung
dari sebuah telepon genggam
lalu tubuhku retak
lantah jadi seribu pecahan
mengubur roda waktu yang
terus bergerak ke depan
setelah itu
aku lupa wujud tubuhku
dan kehidupan
tak bisa lagi kuraba
2023
Galuh Ayara, suka menulis cerpen dan puisi. Karya-karyanya dimuat di beberapa media. Menulis dua buku; ‘Nyanyian Origami’ (2020) dan ‘Pohon Insomnia’ (2023).

