
X
kau adalah x
yang berubah menjadi suara
yang kedap di kepalaku
menjadi dengung
kau telah melintasi tujuh dimensi
mampir di setiap kelahiran
menjadi suara bayi yang menangis
menjadi jerit putus asa seorang gadis
yang diselingkuhi kekasihnya
menjadi bisik pelan sebuah rahasia yang dijaga turun temurun
hingga batas yang sudah digambar takdir
lalu hari ini,
kau berada di bawah gedung
dengan kekasihmu
kau menangis ke arahku
yang siap melompat dari ketinggian–
seratus meter lebih
tapi tak berubah
di mataku, kau hanya memburam
2024
Rum Raisin Chocolate Ice Cream
siapa yang bisa melolong seperti anjing?
kau hanya wanita yang menangis setiap kali tubuhmu patah
di braga, trotoar menunggumu
dan seorang kekasih yang baik hati sedang duduk di bawah lampu
bersama anjing dan rum raisin chocolate ice cream yang sudah meleleh menjadi sisa udara dingin di tangannya
sedalam apa masa lalu menyayat kulit tubuhmu?
di kamarmu, kau cium aroma rum dan coklat yang meleleh
kau kenali udara dingin itu lebih dari mengenali dirimu sendiri
di braga, rum raisin chocolate ice cream
tinggal berupa aroma kehilangan yang tajam
lelaki itu menuntun anjingnya pulang lebih baik dari hari sebelumnya
lalu, kau ingin melolong?
di kamarmu, kau sedang merangkak menjadi–
anjing?
2024
Bunga Sihir
you are daffodil
but i’m devil?
kelak kesedihanmu sampai ke telinga bulan
; bakung yang merintih di sajak-sajak rapuh yang menggema sepanjang sungai mengalir tanpa ampun dan tanpa maklum
melewati keras kepalanya peradaban
melewati aku
di dinding kepalamu
kau bentuk senja menjadi tubuh perempuan
kau cium keningnya sepanjang umur dan sepanjang apa pun yang tak terjangkau ujung
kau adalah bakung
tumbuh sepanjang tubuhku
bungamu mekar di dadaku seperti sihir
kau merasuki tubuhku
melampaui akal
kau bawa jiwa perempuan yang kau cintai
lalu aku jadi menderita
ingatanku jadi lorong gelap menuju matamu
aku sudah menolakmu seperti iblis
aku siapkan racun paling mematikan
apabila kuminum, tubuhmu pecah dalam tubuhku
serpihan halusmu akan mengalir melalui arteri
lalu kulihat engkau hanya berupa–
wajah yang pucat
who’s the devil?
2024
Dari Aethelflaed ke Perutku
disaksikan bulan pukul dua pagi
aku melihat ia turun dari mata aethelflaed
lalu berdiri di kaki ranjang
ke mana perginya cermin-cermin di kamarku?
lady of the mercians
di dinding, aku melihat bayangannya berwarna putih
seperti warna sayap malaikat
dan kuda-kuda berlari
lalu seluruh kecemasanku lenyap
ia memelukku sampai gelap dan
rambutku jatuh helai demi helai
menjadi hujan yang lamat-lamat hilang
di pahaku bau amis darah berganti jadi aroma bebukitan dan bau dinding tua
lihatlah, tanpa cermin aku melihat aethelflaed melalui tubuh itu
; gadis kecil yang meringkuk tanpa ibu
menahan sakit perut datang bulan
yang membuatnya kedinginan
2024
Blur
begitu jauhnya aku
hingga tak berjarak dan tak terhitung
aku kehilangan tangan dan dahimu
aku kehilangan udara hangat hingga tubuhku biru. hingga bibirku kaku.
tapi aku tidak menangis
sejak lama dadaku sudah menjadi es
meski nyeri
dan sekelilingku menjadi mendung
lalu dingin
mengapa aku sulit menemukanmu? mengapa kamu tidak menemukanku
berikan lenganmu,
aku hampir hilang
2024
Petite Fleur
dadaku baru tumbuh sebesar kiwi
kiwi paling kecil yang pernah kumakan
kau bilang aku adalah gadis kecil yang manis
kau letakkan jarimu dengan gemetar
kelak di sini akan mekar bunga, katamu
tapi aku memelihara api
kau menggendongku seperti menggendong permen kapas
aku seakan melayang di punggungmu yang seluas gardenia
dan tidur layaknya peri kecil yang pucat
seperti vampir
lelaki besar yang tingginya mirip eiffel yang sulit kujangkau, sudah sejauh apa kau tamasya?
dadaku sudah tumbuh mekar
kau akan hirup wangi bunga yang dulu kau tanam di puting susuku
pinggangku sudah kuukir menjadi lembah
kau akan betah menjatuhkan diri di sana
seberapa jauh buku-buku membawamu lari dariku?
kuciptakan jalan pulang dari helai-helai bulu mataku yang jatuh
kau tidak mungkin tersesat bahkan jika matamu terpejam
bahkan jika kau tikam rembulan
kau akan tetap menemukan jalan kembali
apa yang kau temui di sana?
konon harga kesetiaan lebih mahal dari mimpi, kan?
2023
Sejarah Kehilangan
di tubuhmu yang malang
waktu sudah amat matang
jarumnya berdetak ke arah maut
kau duduk saja di sana
dengan letih yang kau sembunyikan di dada
matamu menatap lurus pada ia yang berdiri di seberang jalan
di kepalamu tergambar sebuah wajah
seperti tayangan di televisi tua
dan adegan seorang gadis kecil yang menuntun chihuahua yang
kehujanan di punggung jembatan
tubuhmu menggigil
arloji berdetak lemah
ia masih bertahan di seberang jalan
sekarang wujudnya mirip seorang lelaki besar yang sedang mengawasimu
tangannya yang panjang dan gelap bergerak tak karuan
lalu cepat meraih tengkukmu yang dingin dan ungu
di kaca sebuah gedung
tak kulihat lagi wajah yang pucat
dan tak kulihat juga bayang seorang gadis mungil
yang menangis sambil menuntun chihuahua
maka aku merasakan lagi
kehilangan yang tidak asing
2023
Galuh Ayara, suka menulis puisi dan cerpen yang dimuat di berbagai media. Penulis dapat ditemui di Instagram @_galuhayara
