Puisi

Puisi Budhi Setyawan

Seblak Sublimasi

pada tepian jalan dekat toko swalayan
kerumunan adalah antidot kesepian urban

teramat dingin diabaikan oleh kenyataan
percakapan sengit dilakukan dalam genggaman

lalu dicarilah sekelumit letup kehangatan
alibi lepas dari kejaran segepok persoalan

bertemulah pada sebuah warung seblak
barangkali jadi awalan bekal buat tergelak

dalam panas minyak goreng curah
segala yang keras akan luluh pasrah

bawang merah bawang putih pun akur
berjumpa dan sepakat untuk melebur

kemiri daun bawang dan cabai rawit
aduk pelan pelan melupakan rasa sakit

ditambah gelegak didih air meletuk
kerupuk pun lunglai kehilangan keriuk

sawi mi makaroni baso dan sosis
tipis celoteh kadang sanggup mengiris

bisa juga tambahkan sepasang ceker
mesti cermat agar cinta tak mudah tercecer

paduan aroma kencur dan kenyal telur
jadi bagian dari resep memanjangkan umur

Tangerang Selatan, 13 Mei 2024


Apologia Jelaga

saat terjaga dari himpitan malam
ingin  dia tulis sajak tentang tuhan
tetapi kata-kata berjalan pada hampar
basah dan telanjang

lalu pertanyaan tentang cinta
menjelma antologi nonsens
yang sasar pada geletar

entah di mana kalam
yang ada kenyal kelam di semak liar
pengakuannya hari ini seonggok hambar

Bekasi, 30 Maret 2024 


Sajak Dinding Kamar

ia begitu keras dan dingin
dengan ketebalan disepuh waktu
dan tafsir yang kirimkan lembap
menampung nyanyian mimpi

ia pun rajin merekam kejadian
pertempuran di atas ranjang
geliat pemikiran dan ideologi
pergulatan tindih dan silang
pertukaran rintih dan riang
kata kata berpilin dalam kepalan
setiap pergerakan disulut saat remang

lalu ia membaca percikan memanjang
menderetkan kumpulan teriakan
suara suara yang kemarin tertahan
di pedalaman dinding kamar
menjelma ledakan ledakan di halaman koran

Bekasi, 30 Maret 2024 


Laki Laki dan Perempuan

seorang laki laki terburu buru
nyalakan cinta dari matanya yang gelap
untuk dunia yang tak dipahaminya

seorang perempuan diam diam
sembunyi di balik mulutnya yang amat sepi
telah siapkan liang jebakan begitu rapi

Tangerang Selatan, 13 Mei 2024 


Alarm Jam 3 Dini Hari

kau matikan bunyi alarm itu
yang sebenarnya tadi kau tunggu
kau pun menggerutu: ah itu lagu
mengganggu komposisi mimpiku

kau ingin sembahyang dan berdoa
tapi kau urungkan karena belum mandi besar
sehabis berjam jam bersenggama
dengan sajak sajak yang sintal dan liar

kau pijat sendiri kepalamu di atas telinga
masih ada sisa cenut cenut dari lenguh kata
lah, buat apa aku bengong terjaga jam segini
kalau hanya bisa mengencani sepi

Tangsel, 21 Mei 2024 


Budhi Setyawan, atau Buset, seorang dosen yang menyukai musik dan puisi. Mengelola Kelas Puisi Bekasi (KPB) & tinggal di Bekasi. Buku puisi terbarunya Elegi Elegi Yogya (2024). Instagram: busetpurworejo