Menjadi Penyair
di hari pertama
aku menjadi penyair
aku sibuk melakukan banyak hal
yang tidak menghasilkan apa-apa.
di hari kedua,
ketiga, keempat, kelima,
sampai pada hari yang tidak lagi kuhitung
sebagai penanda bagi hari terakhirku menjadi penyair.
aku makin konsisten
melakukan banyak hal
yang tidak menghasilkan apa-apa
memang semudah itulah menjadi penyair
di negara yang tidak pernah bosan memproduksi koruptor.
2019
Pernyataan Seorang Penyair
penyair tidak pernah
menciptakan kesedihan
hanya saja, kesedihan kerap
kali mencintai banyak penyair
dengan cara berlebihan.
maka wajar kalau
suatu waktu pembaca puisi
akan mendefinisikan penyair sebagai
orang yang benar-benar ahli
dalam hal menunaikan kesedihan.
2019
Bagi Seorang Penyair
bagi seorang penyair
tidak ada tempat yang
benar-benar menyenangkan
kecuali di hati banyak orang.
2019
Doa Penyair
aku mencintaimu
dengan iman yang tuhan kasih
semoga kau terima cintaku
dengan perasaan aman yang tuhan asuh.
2019
Pengakuan Penyair
tuhan maha tahu
aku maha ragu
kau maha rindu:
pusat penyatuan
tuhan denganku.
2019
Surat Dari Penyair
tidak ada yang
berbeda dari rinduku
ia hanya memperhatikan dunia
yang melulu berhubungan denganmu.
2019
Cara Penyair Bekerja
hampir seluruh waktunya
yang berisi sempat dan sehat
dalam suasana cerah ataupun gelap.
ia gunakan hanya untuk memaksa
pikiran, memikirkan segala sesuatu yang
di mata orang lain tidak layak dipikirkan.
kemudian bersama bahasa ia membuat
ketidakmungkin menjadi mungkin, seperti
mimpi yang berhasil keluar dari dalam tidur.
2019

Sengat Ibrahim, Lahir di Sumenep Madura, 22 Mei 1997. Menulis puisi dan cerita pendek. Bertuhan pada Bahasa, (2018) merupakan manuskrip buku puisi pertamanya. Sekarang menetap di Jogjakarta sekaligus bekerja sebagai Pemangku Adat Literasi & Taman Baca Masyarakat di Lesehan Sastra Kutub.
