
kobar
; ummu jamil
kawanku ini muskil menguntitmu. cerita yang kaudengar bukanlah karangannya. kau sendiri yang membuat kisah itu, sejak suamimu mendustakan titah. “terputuslah dari rahmat tuhan,” kata lelaki pujaan hatimu itu kala dua genggam tahi unta ditimpukkan ke punggung kawanku. tapi kawanku yang bersahaja, lagi pemurah kalbunya, lembut lisan, dan sejuk dipandang, tersenyum sejenak, “tunggulah ash-shiddiq, kau akan melihat kuasa.” dan, aku benar menyaksikan segala tuaimu, wahai perempuan panjang lidah dan pembual. kini tubuhmu kian melorot dan kerut di antara dahimu meliuk-liuk. kau menjadi reyot di mataku, barangkali juga mata kawanku, atau mungkin di mata suamimu nanti, tatkala kau kembali ke rumah untuk mengajaknya bercinta.
ponorogo, agustus 2024
sabda
; ash-shiddiq
sungguh, ash-shiddiq, aku ini seorang penyair yang tak pantas kau lukai dengan sabda langitmu yang turun tanpa bentuk. sabda-sabda itu hanya kedustaan. sabda-sabda langitmu hanyalah kehinaan. maka, percayalah padaku, lenyapkan kawanmu, lalu ikutlah aku seperti orang-orang quraisy memegang kakiku. aku teramat benar adanya. ada tanpa kasak-kusuk ketiadaan yang kerap digaungkan kawanmu perihal tuhannya.
sungguh, ash-shiddiq, dibanding kawanmu, kata-kataku lebih segar layaknya air laut merah dan tak kering semacam ayat-ayat tuhannya yang berpasir. aku ini penyair wanita dengan segala kebenaran di atas kebenaran. maka, di mana kawamu itu? kini, untuk kesekian, ingin kuhujam mulutnya dengan batu-batu yang telah dikutuk latta dan uzza—penciptaku yang maha tinggi setinggi-tingginya, sebab ia telah meragukan syairku dan mengagungkan sabda langitnya.
sungguh, ash-shiddiq, aku ingin kau menyaksikan antara syairku dan sabda langit kalian, mana di antara keduanya yang mampu membuat orang-orang di tanah ini menundukkan kepala? keluarlah! jangan kau sembunyikan diri dan melindungi ia. di mana penyair gersang itu? apa diam-diam ia telah tak mampu menandingi syairku?
ponorogo, agustus 2024
jalan lain
; kawanku
pulanglah
wanita itu
telah membawa
kerusakan
kau bisa lewat manapun
yang kau ingin
dari tenggara
barat daya
timur laut
atau mana saja
sebab kita telah belajar
rasi bintang
dan macam garis langit
dengar, kawanku
ini musim semi
edar pandangmu
ke berbagai penjuru,
lalu temukan biduk itu
di petang paling pekat
jika di sana kau temui
sesuatu serupa gayung dan gagang
atau layang-layang
yang terikat sehelai benang,
berjalanlah ke arah
bintang terterang
karena ia adalah petunjuk
biar kau sampai padaku
sebelum kita sama-sama menua
sebelum wanita itu
menghancurkan jalan kita
ponorogo, agustus 2024
suatu garis
; ash-shiddiq
telingaku pekak
tapi sunyi terasa
seperti punya bunyi
suara apa itu?
katakan dari sana
agar aku dapat
terus mengenali
apa itu sebuah deru,
dengung, gemuruh,
lengking, atau apa?
sebab, semuanya menyatu
hingga garis khayal
yang ku bayangkan
di langit
buyar
di sini
aku lemah
menyusun
garis-garis itu
tiada bentuk golok,
garpu, sendok,
atau peti mati
yang berhasil
aku bentuk
katakan segera
apa nama suara
yang memenuhi
pendengaranku?
sebab pelan-pelan
aku jadi kosong
suhu sudah menembus
tulangku dan aku
teramat ngilu
katakan dari sana
atau kalau kau tidak tahu
setidaknya
kaulah
yang harus
menemuiku
dan lupakan
wanita itu
ponorogo, agustus 2024
nur
; ash-shiddiq
aku adalah nur
pembawa kayu bakar1 itu tak akan bisa melihat kawanmu.
ponorogo, agustus 2024
1) pembawa sebutan al qur’an bagi ummu jamil binti harb bin umayyah.

Yeni Kartikasari, tinggal di Ponorogo.
