
Pulang
aku melihat kesepian
pada setiap kata-katanya
bahkan rumah
tidak selalu pulang baginya
aku, juga belum pulang untuknya
hanya sebagai persinggahan
hati mengatakan sama
bibir mengatakan beda
percakapan kita
adalah pulang baginya
yang tidak pernah ia temukan
pada rumah ibu
kira-kira seperti itulah
(Surabaya, 2025)
___________________
Doa
mengapa doa tak kunjung terkabul?
mungkin,
karena Tuhan ingin
agar kau terus berdoa
terus mengunjungi-Nya
terus menyebut nama-Nya
hal yang tak pernah kau lakukan
hingga di usia matang ini
(Surabaya, 2025)
___________________
Katamu
katamu orang-orang mencariku
di matamu
benarkah?
kataku jangan
aku sedang sibuk menggambar di halaman ibu
sembari membaca doa para perantau
di tangan-Nya
bagaimana aku menelusuri?
sedang akulah debar di jantungmu
ya, aku mengutip sedikit ucapanmu
pada pidatomu yang terlampau diam
katamu orang-orang mencariku
di bening matamu
takkan ketemu
karena aku telah pulang
(Baubau, 2023)
___________________
Malam, Kawan
selamat malam, kawan
lama tak jumpa
ranjang ini memanggil sejak lama
dan kita hanya saling menunggu
malam ini milik kita
biarkan kulit yang bersuara
aku mencoba mengabadikannya
dalam kata-kata
hingga aku bingung
malam ini
kita sebagai kawan
atau sebagai kekasih
(Suarabaya, 2025)
____________________
Sabda Si Pemalas
Tuhan, hari ini aku tak ingin berbuat apa-apa
kecuali tidur sepanjang hari
sampai magrib berkumandang
biar suci puasaku hari ini
kata seseorang yang pernah kudengar
Tuhan, bolehkah puasaku hari ini
diberi pahala yang banyak
sebab tidurku bukanlah caci maki
bukanlah maksiat
di ujung kamar sana
ada ponsel bersuara
“ndasmu.” dari lelaki gemoy
Tuhan, sepeti itukah jawabanmu
atas malasku?
(Surabaya, 2025)
___________________

Joe Hasan, lahir di Ambon pada 22 Februari. Tulisannya dimuat di media cetak dan online. Buku Puisinya, Dosa Termanis (2024).
