Puisi

Puisi Dewis Pramanas

MENETAP PADA IMPIAN YANG SAMA

gumpalan rindu

bersarang di dinding ingatan

melekat bagian palung hati

mengalirkan doa-doa mesra

tentang merajut mahligai

sekian lama sendiri

berpacu dengan upaya

meraih pundi-pundi masa depan

membaca peluang tuk kembali

menjemput kasih yang belum usai

dari celah-celah percakapan

ada percikan asa yang mengudara

biarlah masa lalu

menjadi musim semi yang gigil

lalu kita bersenandung kenang

aroma parfum itu

dan berjajar lampu kota

kita disuguhi pesona renjana

menetap pada impian yang sama

tuk menua bersama

di altar paling bahagia

Subang, 17 Februari 2026

____________________

ANALOGI MUSIM

Sebagian kemarau hilang

Terkikis oleh hujan

Ia mendinginkan gersang ambisi

Yang menguasai isi kepala

Hingga berhamburan angkuh

Tetesan air dari sisa gerimis

Mengajarkan kelembutan jiwa

Bahwa tak ada yang menenangkan

Selain mendengar suara gemercik

Dijatuhkannya percik-percik paling perdu

Kemarau hanyalah anomali bumi

Namun panasnya mampu melalap syukur

Disana ia menjadi antagonis yang ulung

Tetapi semua akan berakhir

Setelah hujan mencuci kaki-kaki langit

Sepanjang jarak waktu

Keseimbangan semesta

Fotret perhitungan yang cermat

Kemarau dan hujan

Seperti dua mata pisau

Menjaga kewarasan manusia

Subang, 21 Februari 2026

____________________

LAGI-LAGI MAAFKAN AKU!

Pada sepasang bola mata yang basah

Tersimpan kilau mutiara kasih

Waktu menjadi saksi penerimaan

Duniamu berputar terbalik

Maafkan aku!

Pada wajah setiap pagi tersenyum

Setiap aku membuka mata

Tangan dan kaki tanpa alas

Menerbangkan ribuan harapan

Meski lara kau pikul di punggung itu

Maafkan aku!

Pada nada lisanmu nan merdu

Kau mengajarkan indahnya saling

Juga tentang hati selembut kapas

Menerjemahkan cinta tanpa tapi

Terus bertahan lewati nasib

Yang tak manusiawi

Maafkan aku!

Teruntuk pemilik hati ini

Kini jiwaku seperti rumput

Perlahan-lahan kering

Terjemur terik matahari

Lagi-lagi maafkan aku!

Subang, 11 April 2026

____________________

HINGGA TUTUP USIA

di rinai hujan

kau menjamah sketsa proses

menembus dinding waktu

semua tentang bulir tragedi

juga tentang juang

pada usia kita yang senja

titik pencapaian telah diraih

kau tetap menabur peduli

tak membedakan status

dirangkul dengan hangat

membuka rangkaian album

bergejolak dinamika hidup

aku yang masih papa hari ini

tak sedikit pun kau menjauh

dari perjalanan panjang

kita tetap

hujan kali ini

memberi kabar

menyesakkan dada

kau berpulang

meninggalkan harap

yang tak sempat terwujud

Subang, 2 September 2025

____________________

PENERIMAAN TINGKAT TINGGI

Takbir berkumandang

Tangis haru mengudara

Setelah sekian lama terpisah

Menjelajahi jalan kemapanan

Teruntuk keluarga

Kau membuka bahagia

Tentang pertemuan itu

Tanda maaf terpasang di dinding hati

Segenap rindu tumpah ruah

Suka cita merayakan mahabah

Hari raya saat ini

Aku bisa tersenyum

Menjadikannya pernik-pernik elegi

Berganti puisi-puisi tentang cinta

Sambut hari kedepan

Genggam kuat tiket optimis

Terima ketetapan Tuhan  

Ialah cara bagaimana belajar menerima

Tingkat tinggi

Subang, 23 Maret 2026

____________________

Dewis Pramanas. Lahir di Subang,1 Maret 1987. Hobi menulis puisi dan membaca buku membawanya aktif bergiat di berbagai komunitas literasi daring. Buku puisi tunggalnya berjudul Perindu Hujan (2021) sementara karya-karya puisinya juga termuat di sejumlah media daring. Baginya, menulis adalah ruang untuk membebaskan imajinasi dan menyuarakan keresahan hati. Instagram: @dewispramanas