Puisi

Puisi Sofyan RH. Zaid

RITUAL

sebelum tidur

aku selalu peluk

dan cium keningmu

suatu malam

kau bertanya

kenapa

aku jawab:

“tidur tak menjamin kita bangun

dan bertemu lagi.”

2022


SKALA

tiga orang perempuan bersiap

kepala miring

dan mulai tersenyum

sebagai juru kamera

melalui lensa yang diperbesar

sekian skala

aku melihat

:ada seorang

dari senyumnya itu

mengalir air mata

2022


AKU MAU JADI GAWAI BAGIMU

untuk apa pertemuan ini

jika aku seperti bicara

dengan diri sendiri

kau hanya khusyuk pada gawai

dan abai padaku

-yang lama berdandan-

apalagi peduli pada rinduku

yang mengabu

padahal

aku pun mau

jadi gawai bagimu

walau harus mengisi daya

dan kuota sendiri

2018-2022


JIKA KAU CARI AKU

jika aku tiada di prosa, cari aku di puisi

jika tiada di puisi, mungkin di esai

tapi jika aku tiada di esai

jangan cari aku di catatan kaki!

2017-2022


SANDI GAWAI

aku sudah lama ganti fotomu

di layar gawaiku

meski sandinya

masih saja namamu

2018


PENSIUN

ternyata

puisi yang kita tulis

prosa

kini saatnya

aku jadi judul

dan kau titimangsa

biarlah kata melupa

maknanya sendiri

2021-2022


EKSISTENSIAL

aku suka menyelam di laut sajak

atau di sungai tubuhmu

hingga kadang lupa untuk bernapas

beberapa orang mencariku

mungkin sebab rindu

atau waktu yang memburu

sementara aku masih terus menyelam

mencari diriku sendiri

di dasar

2022


KADANG

kadang

kita butuh jarak

untuk tahu

rindu itu sesak

kadang

kita butuh temu

agar rindu terpendam

tak jadi dendam

dan kita

akan selalu butuh kadang

2021


TAWURAN ANTARKOTA

akhirnya, dua kota

yang sama menabung rindu

bertemu di atas panggung

menyatukan suara dan gerak

dalam pembacaan sajak

mata mereka serupa kamera

saling memotret

malamnya, selepas pertunjukan

saat penonton pulang

mereka diam-diam memasuki kamar

dan terjadilah tawuran

2021


Sofyan RH. Zaid lahir di Sumenep. Alumnus Filsafat dan Agama, Universitas Paramadina, Jakarta. Buku puisi tunggal pertamanya Pagar Kenabian masukmasuk 15 nominasi Anugerah Hari Puisi Indonesia 2015. Puisi-puisinya telah diterjemahkan ke dalam bahasa asing, seperti Inggris, Arab, dan Italia yang dimuat dalam buku Oikos Poeti Per Il Futuro (Mimesis Classici Contro, Milano, Italia, 2020).

Puisi dan esainya juga terbit di sejumlah media. Kini tinggal di Bekasi sebagai editor, founder TSI Group, dan redaktur Sastramedia.com. Buku esainya yang akan segera terbit: Kaidah Puisi dan Akidah Kepenyairan.