Daun Gitar
Sehelai daun gitar
Bergetar disapu jemari
Serak-serak lagu berceceran
Di pekaranganmu
Mengenalkan nada
Dawai-dawai cinta
Indramayu, 2018
Apel Merah
Saat duduk di bawah pohon
Sebutir apel merah jatuh
Aku menjadi Isaac Newton
Menemukan keajaiban
Indramayu, 2018
Gugur
Gugurlah bayang-bayang
Sebuah jaring matahari robek
Mendengus hangus
Tak ada kehangatan
Bahkan hanya untuk bertegur sapa
Indramayu, 2018
Semusim Melingkar
Di matamu semusim melingkar
Ular-ular betina bermata liar
Menyimpan racun cinta mematikan
Indramayu, 2018
Derik Jangkrik
Sunyi di dadamu
Berderik jangkrik
Dalam selimut rumput
Indramayu, 2018
Si Jelita Panggung
Seteguk malam di atas panggung
Boneka teramat cantik
Milik pinggul si jelita
Seperti urat nadi
Bergetar menghidupkan
Tangan-tangan bergoyang
Indramayu, 2018
Senandika
Pada puisi, cerita pendek,
Rimbun akar senandika
Membelukar
Melilit dada
Batang pohon pikir
Matang berbuah
Indramayu, 2018
Biji Janji
Menanam biji janji di bibir
Tumbuh pohon tembakau
Dibakar pada batang rokok
Asap tempias tak berbekas
Indramayu, 2018
Todak
Mawar gerigi
Ikan-ikan todak
Berlompatan. Berlari
Memotong ombak
Membuat sajak
Indramayu, 2018
Rengkah Mawar
Pecah mahkota
Auman luka
Batas cinta yang kutanam
Pagar memakan
Rengkah mawar
Indramayu, 2018

Faris Al Faisal lahir dan tinggal Indramayu, Jawa Barat, Indonesia. Bergiat di Dewan Kesenian Indramayu (DKI) dan Forum Masyarakat Sastra Indramayu (FORMASI). Menulis fiksi dan non fiksi. Karya fiksinya adalah novella Bunga Narsis Mazaya Publishing House (2017), Antologi Puisi Bunga Kata Karyapedia Publisher (2017), Kumpulan Cerpen Bunga Rampai Senja di Taman Tjimanoek Karyapedia Publisher (2017), Novelet Bingkai Perjalanan LovRinz Publishing (2018), dan Antologi Puisi Dari Lubuk Cimanuk Ke Muara Kerinduan Ke Laut Impian Rumah Pustaka (2018). Sedangkan karya non fiksinya yaitu Mengenal Rancang Bangun Rumah Adat di Indonesia Penerbit Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2017).
