Serupa Bahasa dan Kata
Serupa bahasa dan kata,
malam adalah puisi dalam sunyiku.
2019
Malam di Suatu Pasar
Malam yang singkat
dan keramaian
adalah guguran bunga.
Kusaksikan
banyak hal di tempat ini:
barang-barang ditata dengan rapi,
kata-kata dilontarkan dengan santun,
tapi tidak ada puisi. Tidak ada puisi.
Hanya ada senyum yang lahir
dari wajah-wajah yang asing.
Hanya malam yang kian bising.
2019
Gelap Menepuk Pundak Hari
Malam bangkit, waktusemisal
karpet-karpet hitam yang panjang,
yang menghamparkan kesunyian
dan membentangkan ketenangan.
Lalu gelap menepuk pundak hari
agar tuntas cahaya mentari.
Lalu mimpi memungut
seluruh lelah di punggung
para pekerja.
2019
Berada di Jalan
Kau terlahir untuk berada di jalan
biarpunkau bukan petualang yang tangguh.
Karena kauadalah gugusan cahaya
saat gelap membanjiri kota-kota.
Kau terlahir untuk selalu berada di jalan,
menghitung jejak-jejak yang
tak pernah bisa dibaca sebagai
buku-buku sejarah dunia.
2019
Mata Mimpi
Apakah pintu kamar itu
mesti dibuka, sedang ketok jam
bagai sebongkah batu
yang diam?
Aku rasa tak perlu,
sebab dengkur cuacayang amat panjang
telah menghadapkan wajahku
menuju mata mimpi.
2019
Di Ranjang Ini
Di ranjang ini,
tubuh adalah kata-kata
yang jatuh di jantung puisi.
Di ranjang ini,
umur pergi satu per satu
bersama tik-tok jam yang kian laju.
Di ranjang ini,
mimpi terlahir dan berayun
di antara pohon-pohon musim
yang tumbuh di rahim bulan.
2019
Tabuhlah
:Febryan Nugraha P.
Tabuhlah perkusi itu!
Tabuhlah sebagaimana waktu
menabuh sepi yang tenang; sebagaimana sepi
menabuh mimpi yang dalam; sebagaimana mimpi
menabuh angan yang panjang.
Tabuhlah perkusi itu!
Tabuhlah!
2019
Fragmen Mimpi
Mimpimu yang terluka
mengucurkan seribu nasib baik
yang dikumpulkan seorang ibu
dari masa ke masa.
Sedang kenyataan yang indah
justru tak mengucurkan apa-apa,
tak bisa mengumpulkan apa-apa
kecuali kenangan. Kecuali kenangan!
2019
Biarkan Saja Kepedihan itu
Biarkan saja kepedihan itu
membentangkan sebuah jalan yang kelam,
sebab cinta saja tak akan sempat mengasuh kita
menjadi makhluk yang dewasa.
2019
Usia
Kemarin adalah usia yang
jatuh berserakan; suara-suara
yang telah hilang gemanya.
Esok adalah usia yang tak pasti.
Sedang hari ini adalah usia
yang dikupas kefanaan dunia.
2019

Anugrah Gio Pratama lahir di Lamongan pada tanggal 22 Juni 1999. Sekarang ia sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Ia mengambil program studi Pendidikan Bahasa Indonesia di sana. Puisi-puisinya termuat di beberapa antologi bersama. Karyanya yang terbit pada tahun 2019 ini berjudul Puisi yang Remuk Berkeping-keping (Interlude).
