Sepotong Waktu
metafor dan segala hanya kebisuan tak bermakna
barangkali masih tersisa puisi di saku para pengemis
yang hanya menelan segenggam roti sisa pagi
atau menikmati senja yang hambar di antara langkah kaki
hari sama, waktu sama, puisi juga sama
berbondong-bondong memungut diksi di gorong-gorong,
kolong jembatan, dan carut-marut rasa
kepedihan yang purba
barangkali Tuhan masih menunggu di sisi kanan trotoar
dengan sekantung doa yang akan dikabulkan
lalu puisi diterbangkan;
pengemis hilang
Surabaya, 18 Januari 2019
Selimut Rindu
bulan gigil memeram sepi
sejumput rasa yang masak
pada pangkal hari
jatuh terserak, menyesak
di bawah selimut rindu
penuh pecahan embun yang tambun
masih kulihat kenang rimbun
mematuk waktu nan anggun
rekah siluetmu mendedah
kisah dan airmata kala itu
berkeriut di bilik hati yang alpa
tuliskan namamu pada ragu
subuh bangun, aku lupa kau
jauh di antara pandang
dan resah
debar dada merekam potretmu
yang tersapu gerimis lalu
Surabaya, 30 Desember 2018
Percakapan
sepotong episode yang tak lepas dari tempurung otak
seuntai candu kau tuang pada waktu
seolah belenggu tiada surut dalam kalbu
kau hanya sebatas bunga potong yang dipajang
beberapa hari kering dan terbuang
membajak kehidupan dengan air mata malam
berdenyar; sekejap lalu dan tenggelam
bintang tak lagi kisahkan elegi haru; kian merayu
menggoda setiap indera dalam sekujur tubuh
dan saat itu aku lebur dengan seluruh rasa
puing-puing cinta di pematang masa
Surabaya, 15 Januari 2019
Sunyi
kenangan kita ranggas dari pohon yang bersemi
ketika kita seka puisi dari halaman buku-buku
meleleh seolah kutukan jarum waktu
detak perjumpaan adalah kitab yang harus usai
lagu masa terlalu rancak memadati hidup
dan kehidupan. sepanjang rentang sungai
mengalir menjajaki kisah yang hampir sirna
manik-manik napas kesendirian pun rebah
sebilah rindu menindih sepimu
sandaran tak lagi tancap pukau
bisikan angin malam bertukar tangkap
melenakan jiwa belantara
menusukmu bertubi-tubi; perih
Surabaya, 16 Januari 2019
Mencari Jawaban
/1/
dari pinta paling suci
tapak risalah hati
/2/
dalam bilik tengadahkan puja
selendang nyanyian cinta
/3/
berkecamuk dalam dada
rindu purnama kian mengangkasa
/4/
repih-repih selimut gelora cinta
purnama: purna nama
/5/
setetes semangat merangkum aksara
pasti bisa, semoga
/6/
menyibak selimut dingin
asa di pagi hari
/7/
menyesap getir semerdu nyanyian sendu
belenggu: aku
Surabaya, 26 Desember 2019
Satu
terus berjalan mencari beningnya telaga
meski tenggorokan terus menahan dahaga
saat hujan tertahan diantara mega-mega
aroma candu akan terus berlaga
maka saat gelap makin merayap
dan sunyi kian mendekap
purnama tak akan lenyap
ia mengusir segala ratap
bila rindu mengenyam tiap kerjapan mata
jauh dari tatapan antara kita
sesungguhnya itulah yang disebut smita
cinta buana di alam semesta
Surabaya, 27 Desember 2018
Kisah Klasik
tahun telah gugur satu per satu di dalam tidur
sedang banyak anak-anak malam berkeliaran
merunut kisah tentangmu. hingga aku lupa namamu
yang ditiup angin dan melekat di kelambu
wewangi itu kadang mencekat hidung lalu hinggap
di ruang tamu, dapur, teras, dan dadaku
tercekat. sakit yang meradang hingga ke tulang belulang
tak mengapa jika musim menggulung lalu rebah
di pangkuan rembulan. hingga kau duduk menikmati perjamuan
di sisi utara meja makan dengan secangkir wedhang sechang
dan ragu memikirkan masa depan
aku tercengang;
kau hanya bayang-bayang
1000 hari yang tergenang
Surabaya, 14 Januari 2019
Dua Mata
jangan menatap penuh
agar perihal tak jadi keruh
jangan bertolak pinggang
agar selalu rekat kasih sayang
jangan mengobral isu
agar tak banyak bunga di pemakaman
yang makin layu
dan kelu makin membiru
biar puisi-puisi yang bercerita
memunguti sumpah serapah
yang membatasi diri kita
hingga segala tak hanya dusta
Surabaya, 29 Januari 2019

Anggi Putri, pencinta sajak yang lahir di Jombang, Jawa Timur. Selain menulis fiksi, ia juga seorang blogger, content writer, anggota komite sastra Dewan Kesenian Jombang, dan pencinta jalan-jalan. Karyanya pernah dimuat beberapa media cetak dan online di antaranya Suara Merdeka, Lampung Post, Radar Surabaya, Radar Mojokerto, Tribun Jateng, Malang Pos, Harian Surya, Majalah GADIS, Ruas Online, Kawaca, Radar Banyuwangi, dan lain sebagainya. Pernah menjuarai beberapa lomba puisi, Juara 2 Lomba Puisi IKIP PGRI Bojonegoro, Runner Up UNSA AMBASSADOR 2019, dan lainnya. Buku Puisinya Angin Kembara (2015) dan Laku(na) (2016). Lebih akrab bisa kunjungi www.anggiputri.com. Email: [email protected].
