
Melodi Kelam Jalan Menuju Hati
Di jalan menuju hati yang kelam
Rintik gerimis memutar melodi
Angin berbisik di daun-daun pohon
Aku, luntang-lantung, terombang-ambing
Kesunyian memayungi langkah-langkahku
Tak ada penanda, tak ada petunjuk
Hanya cahaya remang yang menari
Kecemasan bergema di tikungan hati
Ingin pulang ke tubuhku, pada petang diam
Namun kecemasan berkecamuk di ingatan
Seakan aku tersesat di lorong-lorong kelam
Dalam melodi kelam jalan menuju hati
____________________
Pada Akhirnya, Kita dan Waktu
Sayangku, hari-hari menyusup tanpa aba-aba
Waktu tak kenal lelah, tak henti berlalu
Bau hari tak pernah berubah, tetap sama
Hanya ingatan kita yang berpindah-pindah
Berjalan dari kelelahan ke kelelahan
Dan kelupaan memenuhi setiap sudut hati
Tak ada jeda untuk merenungkan arti
Mengeja rindu-rindu di antara langit dan bumi
Semua sibuk mencari jalan keluar
Dari kesepian yang seolah tak berujung
Tak ada yang mau bertanggungjawab
Atas kekacauan di kepala kita
Pagi dan sore, siang dan malam datang berganti
Tapi hidup tetap memberi kelelahan
Dan kelupaan menjalar tanpa henti
Pada akhirnya, sayangku, waktu tak menunggu
____________________
Di Hadapan Maksud Waktu yang Tak Terpahami
Sayangku, kehidupan seperti jatuh dari langit
Tak mengerti, kesepian meliputi segalanya
Kita, terbata di hadapan waktu yang misterius
Keinginan merakit jalan menuju depan pintu hatimu
Kau menunggu, sementara kita bercerita
Lebih dari satu miliar kalimat di atas meja
Sayangku, maukah kau menunggu?
Kelak, saat hari membaik, kita rayakan bersama
Melihat kota diguyur angin, air laut melambai
Jari-jemari kita dihujani cinta setiap hari
Di hadapan maksud-maksud waktu yang tak terpahami
____________________
Demikian Rindu Ini Meresap
Asal kau tahu, sepanjang waktu berlalu
Keinginanku terpenuhi, kebetulan terjadi
Kita bertemu di suatu tempat, di suatu hari
Mungkin terkejut, mungkin tak
Aku lupa, bagaimana tubuh ini bereaksi
Bekerja di hadapanmu, apakah kau sama?
Duduk, menceritakan kisah kita
Kunyah setiap hari dengan perasaan aneh
Aku yakin, saat tiba waktu tak berarti
Di hadapan ingatan kita berdua
Lidah belajar bicara, mengenal bahasa baru
Demikian rindu ini meresap di dalam kita
___________________

Hikmalsst (Hikmal Yazid)
Pengajar di lembaga madrasah dari berbagai tingkat. Mengisi celah waktunya untuk merekam kehidupan dengan aksara.
