Puisi

Puisi Hikmalsst

Melodi Kelam Jalan Menuju Hati

Di jalan menuju hati yang kelam

Rintik gerimis memutar melodi

Angin berbisik di daun-daun pohon

Aku, luntang-lantung, terombang-ambing

Kesunyian memayungi langkah-langkahku

Tak ada penanda, tak ada petunjuk

Hanya cahaya remang yang menari

Kecemasan bergema di tikungan hati

Ingin pulang ke tubuhku, pada petang diam

Namun kecemasan berkecamuk di ingatan

Seakan aku tersesat di lorong-lorong kelam

Dalam melodi kelam jalan menuju hati

____________________

Pada Akhirnya, Kita dan Waktu

Sayangku, hari-hari menyusup tanpa aba-aba

Waktu tak kenal lelah, tak henti berlalu

Bau hari tak pernah berubah, tetap sama

Hanya ingatan kita yang berpindah-pindah

Berjalan dari kelelahan ke kelelahan

Dan kelupaan memenuhi setiap sudut hati

Tak ada jeda untuk merenungkan arti

Mengeja rindu-rindu di antara langit dan bumi

Semua sibuk mencari jalan keluar

Dari kesepian yang seolah tak berujung

Tak ada yang mau bertanggungjawab

Atas kekacauan di kepala kita

Pagi dan sore, siang dan malam datang berganti

Tapi hidup tetap memberi kelelahan

Dan kelupaan menjalar tanpa henti

Pada akhirnya, sayangku, waktu tak menunggu

____________________

Di Hadapan Maksud Waktu yang Tak Terpahami

Sayangku, kehidupan seperti jatuh dari langit

Tak mengerti, kesepian meliputi segalanya

Kita, terbata di hadapan waktu yang misterius

Keinginan merakit jalan menuju depan pintu hatimu

Kau menunggu, sementara kita bercerita

Lebih dari satu miliar kalimat di atas meja

Sayangku, maukah kau menunggu?

Kelak, saat hari membaik, kita rayakan bersama

Melihat kota diguyur angin, air laut melambai

Jari-jemari kita dihujani cinta setiap hari

Di hadapan maksud-maksud waktu yang tak terpahami

____________________

Demikian Rindu Ini Meresap

Asal kau tahu, sepanjang waktu berlalu

Keinginanku terpenuhi, kebetulan terjadi

Kita bertemu di suatu tempat, di suatu hari

Mungkin terkejut, mungkin tak

Aku lupa, bagaimana tubuh ini bereaksi

Bekerja di hadapanmu, apakah kau sama?

Duduk, menceritakan kisah kita

Kunyah setiap hari dengan perasaan aneh

Aku yakin, saat tiba waktu tak berarti

Di hadapan ingatan kita berdua

Lidah belajar bicara, mengenal bahasa baru

Demikian rindu ini meresap di dalam kita

___________________

Hikmalsst (Hikmal Yazid)

Pengajar di lembaga madrasah dari berbagai tingkat. Mengisi celah waktunya untuk merekam kehidupan dengan aksara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *