
Buku-Buku Tertawa
Melihat seorang penulis
tertidur kalah bertarung
dengan deadline
yang meninjunya hingga terkapar.
Semoga penulis yang budiman itu
bisa bangkit lagi keesokan harinya.
Purbalingga, Januari 2026
_____________________
Berita Pagi Ini
Seorang penulis ditemukan
tidak sadarkan diri di kantornya
setelah menelan ratusan pil puisi.
Diperkirakan ia meninggal
karena overdosis cinta, harapan
dan imajinasi.
Semoga di kehidupan
selanjutnya ia bisa lebih bijak
dalam mengonsumsi puisi.
Purbalingga, Januari 2026
__________________________
Tahun Baru
Ingat nasihat
kalender di akhir tahun
lalu
“Hidup harus terus berjalan”
gagal, tangis, duka, suka, tawa,
gelak, cinta, senang, riang
adalah musim yang silih berganti
dalam hidupmu.
Selamat hidup kembali
Selamat menikmati
Semoga saling asyik-mengasyiki.
Purbalingga, Januari 2026
__________________________
Rimba
Tidak ada yang lebih berbahaya
dari belantara kata
yang diciptakan oleh imajinasi
seorang penulis yang membuat
pembaca tersesat di
dalam sajaknya untuk
selama-lamanya!
Purbalingga, Januari 2026
________________________
IPK
Aku hanyalah
angka-angka
bisu yang
tidak bisa
bicara pada
proses interview.
Purbalingga, Januari 2026
__________________________
Anak Sulung
Tiang pemecah
gelombang yang harus
tetap gagah
meski
badai menghantamnya
ribuan kali.
Purbalingga, Januari 2026
_________________________

Yanuar Abdillah Setiadi
Lahir di Purbalingga, Januari 2001. Mukim di Desa Timbang, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga. Mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan Islam UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto. Alumnus Pendidikan Bahasa Arab di kampus yang sama. Dua buku mutakhirnya berjudul Mengaji Pada Alif (2023) dan Melihat Lebih Dekat (2024). Nominator Terminal Award Mojok.co Yogyakarta tahun 2023. Buku terbarunya Wajah Purwokerto: Antara Cinta, Suka dan Duka di Kota Satria (Penerbit Kolofon Yogyakarta,2025) Instagram: @yanuarabdillahsetiadi.
