
KEPADA SELURUH SAJAK
Aku berterima kasih kepada seluruh sajak
Ia diciptakan seperti ibu
Atau seseorang yang memiliki pelukan besar
Bersedia melapangkan dirinya
Menampung banyak cerita
Yang tak seharusnya di dengar
Oleh telinga-telinga kehidupan
Kepada seluruh sajak
Teruslah berumur panjang
Tempat orang-orang pulang
Saat tak ada wadah cerita berlabuh
Riau, 2025
___________________
SEMENANJUNG MALAM
Risik angin malam yang sendu
Menggerakkan laut di dadamu
Kau membuka jendela
Melepas resah jauh ke punggung ombak
Ombak yang beradu
Di bawah segala kerinduan
Keheningan membentang luas
Di bawah cahaya bintang
Kata-katamu berloncatan
Bagai anak-anak Ikan dilepas
Menyusuri setiap teluk
Berisikan ruang-ruang rindu
Cahaya bulan pecah
Malam itu, laut tersenyum padamu
Kau tersenyum kepada laut
Ia memeluk seratus kerinduan
Riau, 2025
___________________
MALAM YANG ENTAH JADI APA
Kepada apa lagi kau bersandar
Selain ruang-ruang sepi yang abstrak
Tiang-tiang tiada tapi ada
Kau melabuhkan seluruh perasaan
Sesekali, malam menjelma ibu
Kau jatuh dalam pelukan hangatnya
Menjadi tempat bercerita
Melabuhkan seluruh sedih
Sesekali malam menjelma hantu
Yang mengintaimu dari bilik kecemasan
Kau ingin mengakhiri malam panjang
Lewat mimpi yang tenang
Tapi, dunia di kepala
Tak bisa membuka pintu lain
Kau terus terjaga dengan segala kesedihan
Hingga satu malam kau tenggelam
Riau, 2025
___________________
BUNGA-BUNGA KAKTUS DI PADANG GURUN
Dunia terus berbisik di telinga
Hingga kau terlena
Dalam kisah-kisah panjangnya
Seperti dongeng
Menidurkan dan mimpi-mimpi kaktus
Tumbuh di dada yang tandus
Dunia terus berbisik
Dengan bermacam kenikmatan
Bunga-bunga berduri
Mekar dalam hati yang sukar
Jiwa menjadi ladang gulma
Dusta berbuah delima
Dunia memeras madu
Ke cawan-cawan semu
Kau mabuk
Terminum anggur dunia
Hingga hidup seperti dalam mimpi indah
Kau lupa bangun
Tersadar, pintu pulang terbuka lebar
Riau, 2025
___________________
SENDIRIAN
Hatimu bagaikan sepotong daging segar
Lalu disayat sedikit demi sedikit
Dalam keadaan bunga mekar
Di bibirmu yang pualam
Tak boleh ada sakit
Tersyairkan dengan jerit
Harus tabah dengan mata tersenyum
Meski dada bergemuruh hebat
Menolong, meraung, terisak
Tak ada tempat bersandar baik
Di dunia penuh intrik
Selain kepada Tuhan bajik
Dirimu pun akan lemah
Pada akhirnya
Kesendirian akan terus melahirkan
Banyak sunyi dan hening
Memeluk seratus kesedihan
Tak terpecahkan
Riau, 2025
___________________
SENDIRIAN 2
Sendirian dan sunyi adalah dua teman karib
Ia juga teman bisu yang mendengarkan
Seluruh kisah-kisah pilu mengharukan
Kadang kau meleleh bagai es musim dingin
Menahan kesakitan sendiri
Duri-duri di hati terus menusuk
Kau menunggu sendirian
Barangkali ada seseorang atau keadaan
Datang membawa sebuah jalan besar
Di tangannya yang berbunga mawar
Tapi, lagi-lagi kau mencair kembali
Menjadi musim dingin tanpa ujung
Tak temukan sesuatu yang bisa
Membawamu pergi jauh
Batu-batu seakan tumbuh lalu jadi bukit
Memenuhi dada dan sesak
Kau ingin bernapas lapang
Tanpa ada yang ditahan
Seakan bernapas dalam air
Kau ingin membuka tirai yang selama ini samar
Menatap terang matahari
Sinar cemerlang bulan
Dunia tanpa mengutuk
Kau tak mencaci dirimu sendiri
Riau, 2025
___________________
Riska Widiana. Berdomisili di Riau kabupaten Indragiri hilir. Karyanya termuat ke dalam media cetak dan online seperti Klasika kompas, Suara Merdeka, Rakyat Sultra, Republika, Babel post, Merapi, Lombok post, Pontianak Post, Bangka post, Nusa Bali, Waspada Medan, Sarawak Malaysia, Harian SIB, Haluan Padang, Radar Kediri, Radar Madiun, magrib id. Ayo Bandung.com. Litera SIP, Langgam pustaka, Maca Web, Cendana News. Dunia santri, Barisan co. Metafor id. Bali politika, Marewai. Com. Majalah elipsis, Hadila, semesta seni Dll. Juga di antologi seperti (FISGB 2022) (Hari Puisi Indonesia, Masyarakat jember 2022) (Suatu hari dari balik jendela rumah sakit, Bali 2022) (Dokterku Cintaku, Denpasar 2022) (100 Tahun Chairil Anwar, 2022) (Madukoro Baru 1, 2022) (Negeri poci 12. Raja kelana, 2022) (puisi sepanjang zaman, Satria Publisher 2022) (Sebagai juara satu dalam lomba tingkat Nasional, Jakarta dan Kolaburasi) (Peraih Anugerah sebagai juara satu, Negeri kertas 2022) kategori puisi terbaik nasional oleh penerbit Alqalam batang dan Salam Pedia, 2021) Alamat Facebook; Ri-Ana, Instagram riskawidiana97 alamat email [email protected]
