Puisi

Puisi Eko Setyawan

ENTITAS

apakah malaikat memiliki sayap?

dalam segala yang semu

pertanyaan di kepala sering kali menggebu.

ia perlu jawaban

tapi kadang, jawaban akan semakin memusingkan.

dan juga menjelma pertanyaan liyan.

di dunia kita,

sejak lama orang-orang memercayai

ia terlahir dari cahaya.

tanpa pernah mampu terlihat oleh mata manusia.

tapi bagaimana cara mengenali

tanpa melihat yang hakiki?

kita ada di batas pengetahuan.

di dunia yang gelap

malaikat menjelma cahaya

tanpa mampu diketahui wujudnya.

di hidup yang terang

barangkali telah menjadi badai,

menerjang gelombang, dan memecah sunyi sepi.

dan selalu begitu, sepanjang waktu.

lalu ke mana Jibril selepas menyampaikan wahyu?

(Surakarta, 2025)

____________________

DARMA

sesungguhnya, kehidupan ini untuk apa?

seperti Budha tidur

aku terlelap di antara sunyi dan sepi.

kucoba mengenali nama-nama hari.

sejak aku beranjak pergi bekerja

sungguh, aku tak mampu mengenali sesiapa.

pencarian

adalah jalan lain menemukan

meski sering kali tanpa akhir.

sebab mencari dan menemukan

sama halnya menafsir ketiadaan.

ketika matahari mekar

cahayanya tak mampu dikenal

tapi dapat dipahami.

sebab di sana, kita akhirnya menemukan diri sendiri.

mencari diri

menemukan yang hilang dan membangunnya kembali.

lalu kita kembali lagi bertanya

sesungguhnya, kehidupan ini untuk apa?

(Sukoharjo, 2025)

____________________

HAWIAH

berdosakah aku

jika aku sejenak melupakan-Mu?

dalam ragu, kadang,

kepalaku melahirkan tanda tanya

mungkin juga memikirkan dosa.

di sana muncul pertanyaan

yang sejauh ini tak mampu mendapat jawaban.

sungguhkah neraka itu ada?

aku mencari jalan dan jawaban

tapi tersesat dan terjerembab

kian dalam dan kelam.

aku di antara percaya dan melupakan

percaya apa yang diimani

tapi amnesia mengamini

lupa bahwa seharusnya

aku sepenuhnya milik-Mu

bukankah begitu?

aku ragu.

sebab sejauh ini

belum lagi kudengar jawaban dari-Mu.

(Surakarta, 2025)

____________________

ALEGORI IBRAHIM

dalam mimpi yang dingin, dalam lelap tidurnya

Ibrahim mendapatkan kunjungan, entah siapa.

ia gugu dan ragu. dalam mimpi itu,

ia menerima bisik semu.

: sesuatu perlu dikorbankan.

sebab sejak dulu,

garis takdir telah ditentukan.

kita membayangkan, kala itu,

barangkali Ibrahim dipenuhi gelisah dan resah.

ia tercenung dan merenung.

dirinya di antara kalah dan pasrah.

bahkan mungkin juga heran dan penasaran

: sesungguhnya aku ini Ibrahim, Abraham, atau Brahma?

lalu dunia berputar kian cepat.

serupa bianglala, ia di antara

ketinggian dan kegamangan.

tapi Tuhan telah memutuskan.

sejak itu, ditahbiskanlah sebuah firman

dan barangkali, ia menjelma iman.

pada dalamnya keraguan,

ia masih saja mempertanyakan:

: sesungguhnya, leher ini kupersembahkan untuk siapa?

sunyi menghinggapi.

di antara ragu dan pilu.

Ibrahim mantapkan laku

: dalam tubuhku mengalirkan-Mu.

dalam aku, sepenuhnya milik-Mu.

ia tahu, seorang ayah, harus bertanggung jawab.

meski tak semua orang tahu

matanya sembab.

(Surakarta, 2025)

____________________

ALKISAH

kau melipat puisi

menjadi subuh.

di langit,

cahaya tiba dibalut suara.

rumah kami porak-poranda.

seseorang, atau beberapa,

mengirim bencana di halaman kami.

kami memungut air mata yang tumpah.

kau memungut tanah.

mereka menjanjikan sumpah serapah.

di langit kami,

cahaya bisa saja jadi neraka.

malaikat tiba begitu terlambat.

rumah kami kadung musnah.

di halaman rumah kami,

Tuhan sedang menyusun teka-teki.

(Sukoharjo, 2025)

____________________

Eko Setyawan. Lahir di Karanganyar, 22 September 1996. Guru SMA Unggulan CT ARSA Foundation Sukoharjo. Buku puisi yang telah terbit Merindukan Kepulangan (2017), Mengunjungi Janabijana (2020), Manten (2022), & Suatu Ketika Kita akan Dewasa (2023). Buku Mengunjungi Janabijana meraih penghargaan Prasidatama Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah tahun 2021 Kategori Buku Puisi Terbaik. Meraih penghargaan Insan Sastra UNS Surakarta tahun 2018, serta memenangkan berbagai lomba penulisan puisi dan cerpen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *