Puisi Pusvi Defi
di ranjang basah, kutiduri keringat mata tak sempat kuseka, hanya kujilati asinnya ranum membuahi; perih
di ranjang basah, kutiduri keringat mata tak sempat kuseka, hanya kujilati asinnya ranum membuahi; perih
Manna, lelaki kurus dan pendiam yang selalu memiliki hasil panen terbaik di kampung kami. Dulunya ia bocah yang…
Perkembangan naskah lakon yang diterbitkan menjadi sebuah buku dalam satu tahun dapat dikatakan sangat lemah. Tak banyak penerbit,…
Daruz Armedian tahun 2016 dan 2017 memenangi lomba penulisan puisi bagi remaja DIY.
Gembar-gembor Internet of Things (IoT) menjadikan hampir segala hal di kehidupan kita mencuat kepermukaan dan berebut panggung untuk…
CerpenBenarkah aku telah memerankan Dewi Kunti dalam kehidupanku dengan menyia-nyiakan anak kandung?
BukuKumpulan cerpen Faisal Oddang ini bisa dibaca sebagai dokumentasi sejarah—tapi kalau penyebutan ini berat dan bermasalah, lewati saja.…
Lailatul Kiptiyah, lahir dan besar di Blitar. Pernah lama bekerja di Jakarta. Sejak 2014 hingga sekarang menetap di…
Sudah hampir satu jam tubuh Pras terkapar di trotoar. Tak ada satu pun orang yang berani menyentuhnya. Orang-orang…
Bagaimanapun, peradaban manusia diciptakan oleh seksualitas kita yang rumit. Seksualitas menciptakan bahasa, hubungan kekerabatan, penguasaan alat dan teknologi,…