NovelMusim Giling 1917 (Bab 10. Api di Bawah Lentera Badai)
Novel Erna Surya Udara malam di sekitar area penggilingan tebu terasa amat pekat dan menyesakkan. Bau manis nira…
Novel Cerita Bersambung
NovelNovel Erna Surya Udara malam di sekitar area penggilingan tebu terasa amat pekat dan menyesakkan. Bau manis nira…
NovelNovel Erna Surya Matahari sore menggantung rendah di atas pepohonan kelapa yang menjulang di batas timur Delanggu. Sinar…
NovelNovel Depri Ajopan “Benar kau tidak mau minum. Ngak enaklah aku, masa aku minum sendiri.” Aku tetap memilih…
NovelNovel Erna Surya Pukul lima pagi, kabut tebal masih menyelimuti pekarangan rumah dinas. Dua pohon trembesi di halaman…
NovelNovel Depri Ajopan Kematian Arsen bukan saja membuatku perih. Di sekolah aku seperti mayat yang hidup. Terkadang aku…
NovelNovel Erna Surya Rumah dinas administrateur berdiri di atas bukit kecil berjarak lima ratus meter dari kompleks pabrik.…
NovelNovel Depri Ajopan Tangisan histeris meledak di rumah yang lagi ramai itu. Pak Jonatan, ayah Arsen yang melihatku…
NovelNovel Erna Surya Matahari pagi menembus celah-celah kisi kayu teras rumah dinas saat Adrian selesai membalut jarinya. Kain…
NovelNovel Depri Ajopan Aku duduk di samping anak itu. Menatapnya dengan pandangan cinta, memeluknya seperti adikku sendiri, menepuk-nepuk…
NovelNovel Depri Ajopan Pukul 09:30 waktunya istirahat. Aku buka buku absen kelas XII, memanggil nama mereka satu…