CerpenKucing Hitam
“Ambil dan pergilah!” perintah perempuan itu. Aku memperhatikan tangan dekil dengan kuku panjang menghitam penuh kotoran. Aku ragu.…
Cerpen“Ambil dan pergilah!” perintah perempuan itu. Aku memperhatikan tangan dekil dengan kuku panjang menghitam penuh kotoran. Aku ragu.…
PuisiBabad, kiranya percakapan yang tak kunjung usai Babak demi babak Berubah jadi cerita yang tak lagi kau bagi…
CerpenSenyum canggung yang melengkung di bibirmu, lekas terhapus oleh uluran tangan istrimu kepadaku. Kami bersalaman di depanmu. Aku…
CerpenKau menggeleng pelan. Barista itu pergi meninggalkan kau bersama secangkir mochaccino berlukis bunga. Kopi itu kau tatap sebentar.…
CerpenBiji pepaya akan dengan gampang digelontorkan ke selokan, sementara daging pepaya bisa dimakan dan masuk ke lambung di…
CerpenBarangkali kegemaranku menyusuri gua karena sedikit banyak aku ingin menjadi seperti beliau. Aku juga ingin menemukan keajaiban. Itu…
CerpenIa menyahut perkataanku. Istriku mengatakan kalau apa yang dilakukan ibu bukan basa-basi semata dengan melihatku tapi sudah dengan…
CerpenDengung lebah segera terdengar, berasal dari mulut-mulut penduduk desa yang saling berbincang, tentang praduga-praduga, tentang kemungkinan-kemungkinan, tentang prasangka-prasangka.
CerpenJika bercerai adalah pilihan agar Ibu tak harus dimadu, mengapa Ibu berkabung dalam duka?
Cerpen“Oh, Sam, jantungku berdebar-debar. Ini luar biasa. Sensasi yang menakjubkan. Ini benar-benar kejahatan yang sempurna.”