PuisiPuisi Aris Rahman Yusuf
Saat membersihkan rumah terlintas olehku tentang sebuah ingatan rumah bambu berdinding kata mutiara
PuisiSaat membersihkan rumah terlintas olehku tentang sebuah ingatan rumah bambu berdinding kata mutiara
Cerpen“Begini, Pak,” lanjut Murtado, “Uang limaratus ribu rupiah itu barangkali berat bagi bapak, tetapi itu bukan buat saya.…
Puisidan ia menemukanmu sedang sibuk belajar memasak pagi-pagi sekali. meneliti bahan-bahan di buku resep berulang kali seolah kau…
CerpenEntah Ayah sadari atau tidak, titimangsa pun berangsur melaju. Di suatu tempat di mana Ayah meninggalkan permata paling…
PuisiMengaduk rasa yang sama: saliva kita membuka kelopak bunga yang sama—tak kautemukan muntahan busuk itu, kita hanya menangis.
Puisikawanku ini muskil menguntitmu. cerita yang kaudengar bukanlah karangannya. kau sendiri yang membuat kisah itu, sejak suamimu mendustakan…
CerpenMasalahnya saya selalu lupa, di mana saya telah menyalakan kompor gas untuk memanaskan air. Apakah benar di dapur?…
Puisimaafkan tanganku jika suka mengelus halus pipimu meski tak harus menunggu air matamu jatuh terlebih dahulu.
CerpenAku kenal Mudakir saat SMP. Waktu itu, kami tertangkap basah hendak kabur dari pagar belakang saat jam istirahat.…
Cerpensepotong cerita yang terpaksa dipangkas dan dituntaskan oleh waktu gerimis di ujung telunjuk bagai air mata yang menganak…