Puisi Daffa Randai
sepasang matamu menyanderaku seperti membujuk, seperti menunggu sepasang bibirku lembut menyapu bibirmu yang gigil itu.
sepasang matamu menyanderaku seperti membujuk, seperti menunggu sepasang bibirku lembut menyapu bibirmu yang gigil itu.
Telah banyak ingatannya yang lindap. Sebagian yang bertahan mengendap, malah ia anggap hanya serupa imajinasi. Sekian tahun lampau,…
Sebagai penyair yang turut dalam percaturan politik Cile, puisi-puisi Neruda memang suara dari revolusi yang tenang. Di sini,…
sore mengantar tetangga ke teras rumah dengan plastik bening di cantolan sepeda
Pertanyaan itu berdengung di kepala Bu Putri berhari-hari setelahnya. Sekeras mungkin tak berpapasan dengan Pak Nur dan Bu…
Kadang-kadang kita beruntung, mendapati biskuit yang enak dan mengenyangkan. Tapi, sering juga dalam hidup ini kita tertipu oleh…
Telur di piring dicolong kucing, berikut kesabaranmu. Suhu sisa subuh dan semburat matamu nyaris sama, menyentuh sukma yang…
“Aku mencintaimu. Apakah kau mencintaiku?” “Tentu, Danto.”
CerpenBisakah ia diam barang sejenak dan menutup mulutnya? Aku sedang berusaha menumpahkan isi otakku untuk menyelesaikan cerpen yang…
“Pada mata yang tak lagi retak, Pada segala yang sedang malas berkemarau Mereka yang sekian kali menabur hujan…