<strong>Puisi Khanafi</strong>
di bekas tembakan itu udara saling menjenguk dalam suhu yang beku
Untaian puisi yang merawat rasa, bahasa, dan ingatan.
di bekas tembakan itu udara saling menjenguk dalam suhu yang beku
berburu waktu subuh dikerumuni anak-anak waktu bocah-bocah penjaja tisu
Aku heran, bukan aroma pandan yang menyeruak dari kuah kental campur santan tapi bau anyir darah yang menetes…
/2 Di hadapan kopi yang mengepulkan ilusi Bayangan rumah tengah bermanifestasi
suatu malam kau bertanya kenapa aku jawab: "tidur tak menjamin kita bangun dan bertemu lagi."
Dari rahimnya, lahirlah Totale: bâto sé atalé* dua kekuatan menyatu penuh misteri: sudahkah penghuninya sekokoh batu dan sekuat…
kulihat seraut wajah mematung dengan nasib terkatung-katung pada bayangan lorong gelap menyingkap tabir tak terungkap
A feeling of this Depression is torching me I'd like to go, please
Rindu menikam cinta menggali makam pisau tertanam. masa lalu menjadi darah dalam kakus.
di pagi hari, orang-orang sedang tidur tanpa mimpi. tubuhku dingin tanpa baju, penyesalanku dingin dan sesap pada bisu.…