Puisi Jihan Suweleh
Rindu menikam cinta menggali makam pisau tertanam. masa lalu menjadi darah dalam kakus.
Rindu menikam cinta menggali makam pisau tertanam. masa lalu menjadi darah dalam kakus.
Paginya, pundak Ken diguncang oleh mamanya. Ia terbangun dan melihat mama sudah berada di sampingnya dengan mata yang…
Kamu tahu kan, sejak kecil aku suka sekali merangkai syair dan nada-nada? Mereka seringkali membesuk kepala. Lalu menyusup…
di pagi hari, orang-orang sedang tidur tanpa mimpi. tubuhku dingin tanpa baju, penyesalanku dingin dan sesap pada bisu.…
Saat segala kecamuk berkelindan dalam benak, Anwar Saleh merindukan rumah. Dia ingin namun tak ingin. Baginya, pulang sama…
Sebuah pertanyaan tertulis pada kertas berukuran folio; Apakah manfaat dari memelihara sapi? Faiyaz mengamatinya dengan tak sengaja karena…
Aku tak tahu persis sejak kapan mulainya. Dan dari mana asal muasalnya. Kesadaran itu terbit begitu saja. Sekonyong-konyong…
Tak banyak hal diketahui Kodrat mengenai Ki Broto dan pedepokannya. Masih terselubung rahasia. Terselubung misteri. Di mata Kodrat,…
Kau tidak bisa mencegah seseorang menyukai hewan tertentu, sekalipun hewan itu dianggap najis dan menjijikkan bagi kebanyakan orang.…
melukis punggung empat penjuru angin tepi Mahakam