Nasihat Ketika Hendak Bepergian

: jangan bawa banyak baju, jika pada akhirnya baju-baju itu hanya kaukenakan sebagian

dingin malam menusuk kulit, kau masih mengumbar tawa di teras sembari meminta tambah segelas kopi untuk menuntaskan cerita yang sesungguhnya tidak pernah selesai, bukan karena beraneka rupa tapi setiap kali kau bercerita selalu hanya kisah-kisah ulang tentang apa yang dulu pernah kaualami

kau melupakan kesegaran yang harus direngkuh dini hari saat serentetan jadwal telah menanti tanpa kompromi, dan tawa terakhir yang meledak malam itu masih kaubawa dalam tidur tapi hanya sampai di pangkal mimpi karena kau terlambat terlelap

satu kedipan mata, mentari seperti tiba-tiba muncul mengingatkan sepatu apa yang akan kaupilih untuk menemani keringkihan yang selalu menempel di kedua pundakmu, dan kau tidak akan pernah sampai kepada pengertian yang sebenarnya

waktu keberangkatan, setelan baju yang telah kaupakai terpaksa harus kauganti dengan kaos kesayanganmu berwarna hitam, yang perlu disetrika lebih dulu untuk melenyapkan lembab karena kaos itu baru kaucuci semalam

kendaraan yang akan mengantarmu telah dipanaskan sejak dua jam yang lalu, bertepatan ketika kau berkata: “antarkan aku ke stasiun pukul tujuh”

sepanjang menuju stasiun mulutmu tak henti bicara tentang  rencana yang segera ingin kau raih tapi bisa jadi sebagian besar gagal kau dapatkan karena terganggu dengan setumpuk kenyataan perihal jadwal yang justru tidak pernah tercantum dalam agendamu

terompet stasiun berbunyi ketika kau sampai di parkiran hingga membuatmu harus berlari untuk mendapatkan karcis kesadaran, dan ketika kau baru saja tiba di tempat tujuan, kau teringat kenangan yang tertinggal di bawah pintu rumahmu

detik itulah kau menyesal tentang banyaknya  baju yang kaubawa

Permak Kecil, 2026

____________________

Yuditeha