Nomina Ide Karya dibicarakan
Puisi

Separuh Wajahku Bulan

oleh Gandhang Kandhiridho

Puisi semacam pertaruhan bahasa melalui kata-kata yang dituangkan oleh pembuatnya. Berapa banyak dari kita berasumsi bahwa puisi harus begini dan begitu. Dengan kata lain puisi seperti dibebani dengan beban moral untuk memberikan dampak sosio-kultural.

Saya tidak mencoba mendebatkan hal itu di sini, melainkan berusaha membawanya untuk melihat lanskap berbeda yang kerap diabaikan oleh laju modernitas. Di mana di realitas yang bergerak cepat ini, puisi seringnya didapati jauh dari wilayah penuh hingar-bingar tepuk tangan, dari panggung lampu sorot. Dan itu justru tidak apa-apa. Sebab puisi tidak mengharuskan itu dan tidak melulu tentang itu.

Bagi saya sendiri puisi seperti wilayah khusus dan terpencil dalam arus pinggir realitas. Kita membutuhkan itu, ruang privat sebagai dunia alternatif yang terus hilir-mudik di antara ketegangan imajinasi, pengalaman dan realitas. Ada semacam ikhtiar menerjemahkan kembali tentang hasrat mengalami wilayah asing tersebut, di mana gerak itu nantinya melambat sebelum akhirnya menjadi jeda entah pendek atau panjang dalam ruang ketenangan.

Sebuah cara melihat kembali dunia lewat kata-kata dengan bahasa itu sendiri sebagai pertaruhan. Dan puisi, bagi saya sendiri adalah pertaruhan hidup dalam realitas yang kita huni ini.

Untuk itu, selamat membaca.

Detail Buku

Penerbit
CV. Nomina Ide Karya
Kategori
Puisi
Penulis
Gandhang Kandhiridho
Tahun terbit
2023
Bahasa
Indonesia
ISBN
978-623-99185-7-6
Ukuran
12 x 19

Buku Lainnya

Semua katalog